![]()
SAMARINDA, literasikaltim.com – Musim kemarau yang berlangsung di Samarinda, mulai meningkatkan kewaspadaan Perumda Tirta Kencana terhadap ketersediaan air baku dan kelancaran produksi air bersih.
Penurunan debit sungai hingga potensi intrusi air laut, menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pelayanan kepada pelanggan.
Perumda Tirta Kencana Samarinda mengimbau masyarakat, untuk melakukan langkah antisipasi secara mandiri dengan menampung air secukupnya serta menggunakan air secara bijak selama kondisi kemarau 2026.
Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Taufiq, menjelaskan, kondisi kemarau berpotensi menyebabkan penurunan debit air baku yang digunakan dalam proses produksi air bersih.
Situasi ini, dapat berdampak pada kinerja sejumlah instalasi pengolahan air (IPA) di wilayah pelayanan.
Menurut Taufiq, beberapa IPA berpotensi menghadapi gangguan akibat intrusi air laut, terutama instalasi yang berada pada wilayah yang rentan terhadap masuknya air asin ke sumber air baku.
IPA yang berpotensi terdampak intrusi air laut meliputi IPA Palaran, IPA Bantuas, IPA Pulau Atas dan IPA Makroman. Sementara itu, penurunan debit air baku juga berpotensi memengaruhi operasional IPA Pampang, IPA Gunung Lingai, IPA Bengkuring dan IPA Bumi Sempaja.
“Pada kondisi kemarau seperti sekarang, masyarakat perlu bersama-sama melakukan penghematan penggunaan air. Langkah sederhana di rumah sangat membantu menjaga ketersediaan air bersih,” ujar Taufiq.
Selain penurunan debit dan intrusi air laut, terdapat pula kemungkinan pengurangan jam operasional apabila kadar klorida pada air baku telah berada di atas ambang batas yang ditetapkan.
Penyesuaian ini, menjadi bagian dari upaya menjaga proses pengolahan serta kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan.
Karena itu, Perumda Tirta Kencana meminta masyarakat tidak menunggu sampai terjadi gangguan pelayanan untuk mulai melakukan penghematan.
Pelanggan disarankan menyiapkan cadangan air bersih menggunakan tandon, profil tank, drum atau wadah penampungan lainnya dalam jumlah secukupnya.
Air yang tersedia juga, diharapkan digunakan berdasarkan skala prioritas, terutama untuk kebutuhan minum dan memasak.
Masyarakat diminta mengurangi penggunaan air, untuk aktivitas yang tidak mendesak selama masa siaga kemarau.
Penggunaan air untuk menyiram tanaman juga diimbau, tidak dilakukan secara berlebihan.
Begitu pula dengan aktivitas mencuci kendaraan maupun penggunaan air lainnya, yang dapat ditunda atau dikurangi.
Taufiq menekankan bahwa penghematan air bukan hanya menjadi tanggung jawab Perumda sebagai penyedia layanan, tetapi juga membutuhkan partisipasi pelanggan.
Semakin bijak masyarakat menggunakan air, semakin besar peluang pasokan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara merata.
Di sisi lain, Perumda Tirta Kencana tetap memantau kondisi sumber air baku dan operasional instalasi pengolahan air, untuk mengantisipasi perubahan kondisi selama musim kemarau.
Masyarakat yang membutuhkan informasi terkait gangguan pelayanan maupun ingin menyampaikan pengaduan dapat menghubungi Contact Center Perumda Tirta Kencana Samarinda, melalui telepon 0541-2088100 atau WhatsApp 0811-555-3536.
“Setiap tetes air yang kita hemat sangat berarti. Mari gunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan agar pasokan air bersih tetap terjaga untuk kita semua,” pungkas Taufiq.
Penulis: Andi Isnar












