![]()
Syiar Islam Dikemas Berbeda, Siswa Didorong Perkuat IMTAK Sekaligus Kembangkan Bakat Keagamaan
SAMARINDA, literasikaltim.com – Ratusan pelajar SMK Medika Samarinda bersama guru, orang tua, tokoh agama dan perwakilan Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur mengikuti Medika Bersholawat Season II dan Tabligh Akbar II, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman parkir Samarinda Square, Kamis (3/9/2026) malam.
Kegiatan tersebut, menjadi bagian dari rangkaian Education Expo Gramedia Big Fair 2026, yang berlangsung selama 15 hari, mulai 30 Agustus hingga 13 September 2026.
Kepala SMK Medika Samarinda, Musmuliadi, mengatakan Medika Bersholawat merupakan kegiatan keagamaan, yang kembali digelar sebagai wadah syiar Islam sekaligus pembinaan karakter siswa.
“Ini SMK Medika Bersholawat Season II. Season pertama bulan lalu juga kami adakan di tempat yang sama,” ujar Musmuliadi.
Ia menyebut, kegiatan kali ini diikuti sekitar 700 peserta yang mayoritas berasal dari keluarga besar SMK Medika Samarinda.
Menurutnya, pelaksanaan di pusat perbelanjaan sengaja dipilih, untuk menghadirkan suasana berbeda dalam kegiatan dakwah.
“Kita ingin suasana ini berbeda ketika melaksanakan kegiatan dakwah atau syiar Islam, yang biasanya di masjid atau sekolah,” jelasnya.
Selain bersholawat dan tabligh akbar, kegiatan tersebut juga memberikan ruang kepada siswa, untuk menampilkan bakat keislaman, seperti hafalan dan tilawah.
Musmuliadi menilai, ruang ekspresi bagi generasi muda sangat penting.
Jika selama ini, siswa banyak mengembangkan kemampuan melalui olahraga seperti futsal, basket, voli hingga boxing, maka kegiatan kali ini diarahkan untuk menggali potensi mereka di bidang keagamaan.
“Untuk bulan ini bagaimana generasi muda Islam bisa mengembangkan bakatnya. Makanya ada hafsi dan tilawah,” katanya.
Sementara itu, Ustadz Muhammad Idris dalam tausiyahnya mengajak para pelajar menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, sekaligus meneladani akhlaknya.
Menurutnya, inti dari peringatan Maulid bukan terletak pada perdebatan mengenai pelaksanaannya, melainkan bagaimana umat Islam semakin mengenal dan meneladani Nabi Muhammad SAW.
“Intinya adalah bagaimana wujud kita cinta kepada Baginda Rasul dan bagaimana syukur Kita, karena Allah mengutus seorang nabi yang mulia, yang layak kita jadikan panutan dari segala aspek kehidupan,” tuturnya.
Ia menegaskan Rasulullah SAW merupakan teladan bagi seluruh umat, baik pejabat maupun rakyat, guru maupun pelajar.
“Maka patut kita bermuhasabah. Kita terus semangat untuk menggali dan meneladani akhlak Baginda Rasul Muhammad SAW,” pesannya.
Ustadz Muhammad Idris juga mengapresiasi konsep pendidikan SMK Medika Samarinda, yang dinilainya tidak hanya berorientasi pada teori di ruang kelas, tetapi memberikan kesempatan kepada siswa mengeksplorasi potensi masing-masing.
“SMK Medika itu unik karena anak-anak tidak hanya dijejali knowledge dan teori, tetapi diajak keluar mengeksplorasi potensi yang dimiliki setiap siswa,” ungkapnya.
Musmuliadi menambahkan, penguatan iman dan takwa (IMTAK) menjadi salah satu fokus utama pembinaan siswa di SMK Medika Samarinda, disamping penguatan KBM, pelaksanaan PKL dan pengembangan diri.
“Anak-anak itu harus lebih takut kepada Tuhannya daripada kepala sekolah dan guru. Karena kepala sekolah dan guru bisa tidak ada, tetapi Tuhan tidak pernah tidak ada,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan Medika Bersholawat dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.
“Berdakwah itu tidak melihat ruang dan waktu, kapan saja dan di mana saja. Sepanjang kegiatan itu positif, kita dukung,” ujarnya.
Musmuliadi turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, Ketua Panitia Education Expo Gramedia Big Fair Aldi, para undangan, pelajar, orang tua, guru, serta manajemen Ramayana, Samarinda Square dan PT Jakarta Intiland yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut.
“Kalau ingin besar, dekati pohon besar. Pohon besarnya adalah Samarinda Square,” pungkasnya.
Penulis: Ira Rosalina












