DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

BPD KKSS Samarinda Finalisasi Gebyar HUT RI dan Maulid Nabi, Dipusatkan di GOR Segiri.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

Rangkaian kegiatan meliputi jalan santai, sunatan massal, donor darah, public speaking dan Maulid Nabi, dengan hadiah utama sepeda motor serta umrah.

SAMARINDA, literasikaltim.com — Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD KKSS) Kota Samarinda, telah mematangkan persiapan rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pemantapan tersebut, dilakukan melalui rapat koordinasi dan finalisasi panitia yang digelar di Warkop Bagios Cafe & Resto, Jalan KH Abdurrasyid, Samarinda, Selasa (25/8/2026) sore.

Rapat yang dimulai sekitar pukul 16.00 Wita selepas salat Asar itu dipimpin Ketua BPD KKSS Samarinda, H. Muslimin.

Pertemuan dihadiri jajaran pengurus BPD KKSS Samarinda, serta seluruh unsur kepanitiaan, mulai dari ketua, sekretaris hingga para ketua seksi.

Ketua Panitia Pelaksana, Drs. H. Abdullah, M.Pd., mengatakan rapat tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan teknis pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan, yang akan digelar pada 5–6 September 2026.

“Pada hari ini panitia mengadakan rapat tanggal 25 Agustus, bertepatan dengan hari Selasa, bertempat di Kafe De Bagios. Semua panitia hadir untuk membicarakan finalisasi dan teknis pelaksanaan peringatan HUT RI dan Maulid Nabi,” kata Abdullah.

Berdasarkan hasil rapat, pusat kegiatan pada Minggu, 6 September 2026 akan ditempatkan di GOR Segiri Samarinda.

Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung sejak pagi hingga malam hari, kemudian dilanjutkan dengan agenda puncak berupa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan pagi akan diawali dengan jalan santai, yang start dan finisnya dipusatkan di dalam kawasan GOR Segiri.

Setelah jalan santai, peserta akan mengikuti senam bersama sebelum dilanjutkan dengan sejumlah agenda lainnya.

Panitia juga, menyiapkan pembagian doorprize yang akan menjadi salah satu daya tarik kegiatan.

Bersamaan dengan rangkaian tersebut, akan dilaksanakan sunatan massal yang juga dipusatkan di GOR Segiri.

Selain kegiatan pada Minggu, panitia telah menyiapkan agenda public speaking pada Sabtu, 5 September 2026.

Kegiatan tersebut, akan dilaksanakan di Gedung Dispora Samarinda dan ditujukan terutama bagi generasi muda.

Abdullah mengatakan, peserta public speaking ditargetkan sedikitnya 81 orang dengan sasaran pelajar tingkat SMP, SMA hingga mahasiswa.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi generasi muda, untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan publik.

Tidak hanya olahraga dan kegiatan sosial, rangkaian acara juga akan diisi donor darah serta kegiatan keagamaan.

Seluruh agenda tersebut, dirancang agar perayaan HUT RI ke-81 tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

Untuk agenda Maulid Nabi Muhammad SAW, panitia tengah melakukan penjajakan dengan mengajukan permohonan kepada Menteri Agama, agar berkenan hadir sekaligus memberikan tausiah pada malam puncak kegiatan.

Abdullah menyebut, apabila Menteri Agama berhalangan hadir, panitia telah menyiapkan sejumlah opsi lain dengan mencari penceramah yang dinilai sesuai untuk mengisi tausiah dalam peringatan Maulid Nabi tersebut.

Konsep kegiatan yang disiapkan BPD KKSS Samarinda, juga menggabungkan unsur budaya, olahraga, hiburan, sosial dan keagamaan.

Salah satu agenda budaya yang sebelumnya dipersiapkan adalah Lomba Tarian Kolosal yang melibatkan perwakilan pilar, organisasi otonom, cabang, BPD maupun wilayah KKSS.

Peserta lomba sekurang-kurangnya, terdiri atas lima orang dalam setiap tim.

Komposisinya, dapat melibatkan laki-laki, perempuan maupun gabungan lintas usia.

Tarian yang ditampilkan diarahkan, untuk mengembangkan kreasi baru, yang tetap berakar pada kekayaan tradisi Sulawesi Selatan dari empat rumpun budaya, yakni Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar.

Sejumlah tarian seperti Pakarena, Pajoge, Pagellu dan Patudu dapat menjadi referensi bagi peserta, untuk dikembangkan sesuai kreativitas masing-masing.

Penilaian lomba mencakup sejumlah aspek, antara lain koreografi dan kreativitas, kekompakan, penguasaan panggung, keserasian musik dengan gerakan, serta kostum dan tata rias.

Durasi penampilan ditetapkan minimal 10 menit, termasuk waktu keluar dan masuk panggung.

Selain tari kolosal, panitia juga menyiapkan Lomba Menyanyi Lagu Daerah Sulawesi Selatan dalam kategori solo maupun duet.

Setiap kontingen dari pilar, organisasi otonom, cabang, BPD atau wilayah KKSS maksimal mengirimkan dua orang perwakilan.

Lagu yang dibawakan merupakan lagu daerah Sulawesi Selatan dari tradisi Bugis, Makassar, Mandar maupun Toraja.

Kehadiran lomba tersebut, menjadi bagian dari upaya menjaga sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan di tengah masyarakat Kota Samarinda.

Ketua BPD KKSS Samarinda, H. Muslimin, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dirancang sebagai ruang mempererat hubungan dan silaturahmi antar warga KKSS di Samarinda.

Di sisi lain, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan kepada masyarakat luas.

Menurut Muslimin, jalan sehat menjadi salah satu agenda yang diharapkan mampu mempertemukan keluarga besar KKSS dengan masyarakat, dalam suasana santai dan penuh kebersamaan.

“Jalan sehat ini Kami harapkan bisa menjadi ruang bertemu seluruh keluarga besar KKSS dan masyarakat. Ada olahraga, silaturahmi, hiburan, sekaligus berbagai hadiah,” katanya.

Muslimin juga berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Kota Samarinda.

Pelaksanaan kegiatan secara terpusat di GOR Segiri, diharapkan mampu menjadi ruang interaksi yang memperkuat persaudaraan.

Sementara itu, Abdullah menegaskan kegiatan tersebut pada dasarnya terbuka untuk masyarakat umum.

Meski prioritas peserta diarahkan kepada keluarga besar KKSS, seluruh masyarakat dari berbagai latar belakang suku tetap dipersilakan berpartisipasi.

“Diprioritaskan kepada warga KKSS, tetapi kita menganut bahwa di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Semua etnis boleh ikut di dalam kegiatan kita. Semua suku boleh,” tegasnya.

Ia menyebut keterlibatan masyarakat umum menjadi bagian dari semangat KKSS, untuk membangun kebersamaan di Kota Samarinda.

Panitia secara masif akan mengajak warga KKSS, yang memiliki hubungan historis maupun kultural dengan Sulawesi Selatan untuk turut menyukseskan kegiatan.

Dalam persiapan menuju hari pelaksanaan, Abdullah juga meminta seluruh panitia saling bahu-membahu dan memperkuat koordinasi.

Setiap seksi diharapkan tidak hanya fokus pada tugas masing-masing, tetapi juga siap membantu seksi lain apabila dibutuhkan.

“Teman-teman panitia Saya harapkan saling bahu-membahu dan saling koordinasi untuk menyukseskan acara ini. Kita tidak melihat seksi mana dia berada, tetapi kalau bisa membantu seksi-seksi lain, ya kenapa tidak,” ujarnya.

Untuk memudahkan masyarakat mengikuti kegiatan, panitia akan menyiapkan materi publikasi atau flyer yang memuat informasi kegiatan serta nomor kontak yang dapat dihubungi.

Selain itu, peserta juga akan diberikan kesempatan melakukan pendaftaran melalui Google Form yang disiapkan panitia.

Masyarakat yang belum sempat melakukan pendaftaran secara daring tetap dapat mendaftar secara langsung menjelang atau saat kegiatan berlangsung.

Namun, panitia mengimbau calon peserta melakukan pendaftaran lebih awal.

Pendaftaran lebih awal diperlukan agar panitia dapat mengetahui jumlah peserta sekaligus mempersiapkan berbagai fasilitas yang diperlukan.

Data peserta juga menjadi salah satu dasar bagi panitia, dalam mengatur kebutuhan teknis selama kegiatan berlangsung.

Abdullah kembali mengajak warga KKSS dan masyarakat Samarinda, untuk hadir serta berpartisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari public speaking, jalan santai, senam, sunatan massal, donor darah hingga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Kita harapkan warga KKSS pada khususnya dan masyarakat Samarinda pada umumnya menghadiri kegiatan ini, mulai dari jalan santai, sunatan massal, donor darah sampai Maulid,” harapnya.

“Kita ingin masyarakat bergembira dalam pelaksanaan perayaan HUT RI ke-81, sehingga semua warga dari Sulawesi Selatan dan semua suku yang ada di Samarinda boleh ikut bergembira bersama,” pungkasnya.

Penulis: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *