DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

Tembus Podium Internasional, Benaya Rafael Warkey Bawa Nama Kaltim Bersinar di Kejuaraan Taekwondo Asia.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

SAMARINDA, literasikaltim.com – Atlet Taekwondo Kalimantan Timur (Kaltim), kembali mengukir prestasi di level internasional.

Benaya Rafael Warkey berhasil mempersembahkan medali perunggu pada nomor Kyorugi Putra Over 87 Kilogram (+87 kg), dalam ajang 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 yang digelar di Tennis Indoor Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 3–5 Agustus 2026.

Kejuaraan bergengsi tersebut, merupakan turnamen resmi di bawah naungan World Taekwondo dengan status Grade 2 (G-2).

Status tersebut menjadikan kompetisi ini memiliki nilai strategis, karena para peserta memperebutkan poin peringkat dunia yang menjadi salah satu syarat penting dalam perjalanan menuju berbagai kejuaraan internasional, termasuk proses kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Pada nomor Kyorugi Putra +87 kilogram, Benaya mampu menembus babak semifinal sebelum akhirnya mengamankan medali perunggu.

Sesuai regulasi World Taekwondo, dua atlet yang terhenti di semifinal sama-sama berhak menerima medali perunggu.

Medali emas pada kelas tersebut berhasil diraih atlet Pakistan, Hamzah Omar Saeed, sementara medali perak menjadi milik wakil Slovakia, Richard Hanusovsky.

Satu medali perunggu lainnya diraih atlet Indonesia, Ezar Faadihillah, sehingga Indonesia berhasil menempatkan dua wakilnya di podium kehormatan pada kelas bergengsi tersebut.

Prestasi Benaya menjadi salah satu catatan positif bagi kontingen Kaltim, yang mengirimkan 10 atlet untuk berlaga pada kejuaraan yang diikuti para taekwondoin terbaik dari berbagai negara itu.

Secara keseluruhan, Indonesia tampil impresif dengan mengoleksi 9 medali emas, 6 medali perak, dan 15 medali perunggu, sekaligus menegaskan posisi sebagai salah satu kekuatan utama taekwondo di kawasan Asia.

Foto: Benaya Rafael Warkey (kedua dari kiri) bersama tim. (Foto Humas KONI Kaltim).

Wakil Ketua I Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (PBTI) Kaltim, Muhammad Amin, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet Kaltim yang tampil pada kejuaraan tersebut.

Menurutnya, raihan medali Benaya Rafael Warkey merupakan buah dari proses pembinaan yang berjalan secara konsisten dan berkesinambungan.

“Keberhasilan Benaya menjadi bukti bahwa pembinaan atlet taekwondo di Kaltim terus menunjukkan perkembangan yang positif,” ucapnya.

“Prestasi ini merupakan hasil latihan yang berkelanjutan, serta dukungan dari berbagai pihak terhadap pengembangan olahraga taekwondo di daerah,” sambungnya.

Ia menambahkan, pencapaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda Kaltim, agar terus meningkatkan kemampuan, memperbanyak pengalaman bertanding, serta berani bersaing pada level nasional maupun internasional.

Ajang 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 sendiri diikuti sebanyak 531 atlet dari 36 negara, menjadikannya sebagai salah satu turnamen taekwondo terbesar di kawasan Asia tahun ini.

Tingginya kualitas peserta dan ketatnya persaingan menjadi pengalaman berharga bagi seluruh atlet Indonesia, dalam mengukur kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi agenda internasional berikutnya.

Bagi Kaltim, keberhasilan Benaya Rafael Warkey menembus podium internasional menjadi sinyal positif bahwa, pembinaan atlet daerah terus berada di jalur yang tepat.

Dengan dukungan yang berkelanjutan dari berbagai pemangku kepentingan, Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Kaltim optimistis, semakin banyak atlet Benua Etam yang mampu menorehkan prestasi di tingkat dunia, sekaligus mengharumkan nama Indonesia pada berbagai kejuaraan internasional mendatang.

REDAKSI.
Sumber: Humas dan Media KONI Kaltim

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *