DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

Public Speaking Camp Special Holiday 2026 Cetak Generasi Percaya Diri, The Grand Showcase Jadi Panggung Transformasi Anak dan Remaja

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

SAMARINDA, literasikaltim.com – Sebanyak 46 anak dan remaja berusia 7 hingga 15 tahun sukses menyelesaikan rangkaian Public Speaking Camp Special Holiday 2026 yang diselenggarakan oleh Jawsika Training & Jewels Academy.

Program yang mengusung tema “The Grand Showcase – From Shy to Shine to Signature” tersebut menjadi wadah pembentukan karakter, pengembangan komunikasi, serta penggalian potensi diri melalui pendekatan pembelajaran yang dipersonalisasi.

Program ini berlangsung dalam dua gelombang, yakni Batch 1 pada 22–25 Juni 2026 dan Batch 2 pada 6–9 Juli 2026, sebelum ditutup dengan The Grand Showcase, sebuah panggung apresiasi yang menampilkan hasil perjalanan transformasi para peserta di hadapan orang tua dan keluarga.

Mengusung semangat “Speak With Confidence, Think With Creativity, Lead With Courage”, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga membangun kepercayaan diri, kemampuan berpikir kreatif, kerja sama tim, kepemimpinan, serta pertumbuhan karakter anak melalui slogan “Berani Bicara, Berani Berkarya, Berani Menginspirasi.”

Ketua penyelenggara sekaligus narasumber, Bunda Fitri Susilowati, S.E, menjelaskan bahwa Public Speaking Camp bukan sekadar pelatihan public speaking, melainkan sebuah perjalanan pembentukan karakter yang dimulai dari mengenal diri sendiri, hingga menemukan identitas komunikasi yang menjadi ciri khas setiap anak.

Menurutnya, setiap anak memiliki potensi yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pembelajaran yang berbeda pula.

“Setiap anak memiliki karakter, pengalaman, tantangan, serta potensi yang unik. Karena itu Kami menerapkan pembelajaran yang dipersonalisasi agar setiap peserta dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan dan kekuatan yang dimilikinya,” ujar Bunda Fitri.

Ia menjelaskan, pendekatan tersebut mengembangkan dua fondasi utama, yakni Inner Communication dan Outer Communication.

Inner Communication diarahkan untuk membangun komunikasi positif dengan diri sendiri melalui penguatan karakter, pengelolaan emosi, peningkatan rasa percaya diri, serta pembentukan pola pikir positif.

Sementara itu, Outer Communication berfokus pada kemampuan berbicara secara efektif melalui penguasaan vokal, bahasa tubuh, ekspresi, teknik penyampaian materi, hingga kemampuan membangun hubungan dengan audiens.

Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti berbagai metode pembelajaran modern seperti Experiential Learning, Performance Based Learning, Life Coaching, Talent Mapping, Personal Coaching, dan Project Performance, sehingga proses belajar berlangsung secara interaktif dan berpusat pada pengalaman nyata.

Sementara itu, pada sesi Journey Program bertajuk “From Finding Courage to Finding Signature”, Kak Ayu Permatasari, S.I.Kom., CMT, CT, CPEC, CPS menjelaskan bahwa perjalanan peserta dibagi menjadi dua tahapan utama.

Pada Level 1 – Finding Courage, peserta dibimbing untuk mengatasi rasa takut berbicara di depan umum, membangun keberanian, mengenali potensi diri, serta menguasai dasar-dasar public speaking melalui praktik langsung, simulasi, permainan edukatif, hingga sesi emosional “Bahasa Hati untuk Orang Tua”.

Dari program tersebut, sebanyak 39 peserta berhasil menyelesaikan Level 1 dengan menunjukkan peningkatan kepercayaan diri yang signifikan.

Selanjutnya, Level 2 – Finding Identity & Signature menjadi tahapan lanjutan bagi peserta yang telah memiliki keberanian berbicara.

Pada level ini, peserta didampingi untuk menemukan identitas komunikasi, memperkuat karakter, mengenali bakat, serta mengembangkan gaya komunikasi yang autentik sesuai kepribadian masing-masing.

Melalui observasi, evaluasi perkembangan, talent mapping, dan personal coaching, sebanyak tujuh peserta berhasil menemukan signature atau identitas komunikasi yang akan menjadi kekuatan mereka dalam perjalanan pengembangan diri berikutnya.

“Keberhasilan seorang anak bukan diukur dari seberapa sering ia tampil di atas panggung, tetapi dari seberapa besar keberanian yang ia miliki untuk menjadi dirinya sendiri, dan Kami ingin setiap anak menemukan suara dan identitasnya sendiri sehingga mampu memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya,” jelas Kak Ayu.

Dalam pelaksanaan program, peserta juga didampingi oleh Dean Hikam Dhaneza, C.Ps, yang bersama Bunda Fitri dan Kak Ayu membentuk tim coach, untuk memastikan setiap anak memperoleh pendampingan secara menyeluruh, baik dari aspek komunikasi, karakter, maupun pengembangan potensi.

Puncak kegiatan berlangsung melalui The Grand Showcase, yang menjadi panggung perayaan atas seluruh proses transformasi peserta.

Acara dibuka dengan Opening Dance “Aku Bisa” yang menggambarkan semangat mengalahkan rasa takut, kemudian dilanjutkan dengan Dance Performance “Kecil Tapi Bercahaya”, sebagai simbol bahwa setiap anak memiliki cahaya dan potensi untuk menginspirasi orang lain.

Pada kesempatan tersebut, para peserta juga menampilkan berbagai Signature Performance yang disesuaikan dengan karakter dan kekuatan masing-masing, di antaranya Inspirational Musical Speaker, Stage Presence Speaker, Kids Fun Trainer, Teen Edutainer, Insight Speaker, Energy Experience Performer, hingga Connection Host.

Adapun peserta yang tampil dalam Grand Showcase terdiri dari Azammy, Mahreen, Aurel, Kayleen, Abid, Anjani, Fauzan, Ayaz, Andrea, Felice, Azhima, Athaya, Aya, Tya, Oswin, Indira, Caca, Kalvin, dan Nisaiya, yang seluruhnya menunjukkan perkembangan signifikan selama mengikuti pembinaan.

Selain penampilan utama, penyelenggara juga memberikan berbagai penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap proses belajar peserta.

Penilaian tidak hanya didasarkan pada kemampuan tampil, tetapi juga keberanian berkembang, karakter positif, kreativitas, kepemimpinan, kerja sama, serta konsistensi selama mengikuti program.

Suasana haru pun mewarnai Grand Showcase ketika para orang tua menyaksikan perubahan putra-putri mereka yang sebelumnya pemalu menjadi lebih percaya diri tampil di atas panggung.

Momen “Bahasa Hati untuk Orang Tua” menjadi salah satu sesi yang paling menyentuh, karena anak-anak menyampaikan ungkapan cinta, syukur, dan terima kasih kepada kedua orang tuanya secara langsung.

Bunda Fitri menegaskan bahwa filosofi “From Shy to Shine to Signature” merupakan perjalanan panjang yang tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.

“Public speaking hanyalah hasil dari proses seorang anak mengenal dirinya sendiri. Kami ingin mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berkarakter, mampu berpikir kreatif, memimpin dengan hati, serta menemukan jati dirinya sehingga mampu memberikan dampak positif bagi banyak orang,” pungkasnya.

Melalui program yang telah berdiri sejak 2010 tersebut, Jawsika Training & Jewels Academy berharap semakin banyak anak Indonesia memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, dan karakter sejak usia dini, sehingga mampu menjadi generasi yang percaya diri, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan membawa semangat “Every Human Is a Jewel Waiting to Shine.”

Informasi mengenai pendaftaran Public Speaking Holiday Camp for Kids & Teens Explorer berikutnya akan diumumkan melalui akun media sosial Instagram resmi Jawsika Training & Jewels Academy.

Penulis: Ira Rosalina
Editor: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *