![]()
Ir. H. Agus Suwandy: Kerja Politik Tak Bisa Instan, Kader Harus Hadir di Tengah Masyarakat.
SAMARINDA, literasikaltim.com – Nama Sekretaris DPD Partai Gerindra Kalimantan Timur, Ir. H. Agus Suwandy, mulai ramai diperbincangkan sebagai salah satu kandidat potensial pada kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda periode 2030–2035.
Meski demikian, Agus menegaskan kemunculan sejumlah nama kader merupakan bagian dari dinamika politik yang sehat di internal partai, sementara keputusan resmi mengenai calon yang akan diusung sepenuhnya menjadi kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.
Pernyataan tersebut disampaikan Agus Suwandy saat menanggapi berkembangnya berbagai spekulasi politik, mengenai figur yang dinilai berpeluang melanjutkan kepemimpinan Kota Samarinda, setelah berakhirnya masa jabatan Wali Kota saat ini pada Sabtu (27/6/2026).
Menurut Agus, munculnya sejumlah nama kader Gerindra menunjukkan bahwa partai memiliki stok kader, yang dinilai layak bersaing dalam kontestasi politik daerah di masa mendatang.
“Saat ini bermunculan nama-nama kader Gerindra untuk calon Wali Kota Samarinda, termasuk nama Saya, dan ini menunjukkan dinamika yang positif bagi partai, karena Kita sudah memiliki kader sendiri untuk diusung,” ujarnya.
Selain Agus Suwandy, dua kader Gerindra lainnya yang juga mulai disebut-sebut sebagai kandidat kuat adalah Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah dan Anggota DPRD Kalimantan Timur Afif Reyhan Andi Harun.
Ketiganya, dinilai memiliki rekam jejak politik serta pengalaman yang cukup dalam Pemerintahan maupun legislatif.
Agus menjelaskan, dinamika politik menjelang Pilkada sebenarnya tidak hanya terjadi di Samarinda, tetapi juga mulai terlihat di berbagai Kabupaten dan kota di Kaltim.
Namun, perhatian publik terhadap Samarinda dinilai lebih besar karena statusnya sebagai ibu Kota Provinsi, sekaligus akan memasuki era kepemimpinan baru setelah Wali Kota Andi Harun menyelesaikan dua periode masa jabatannya.
Ia mengatakan, munculnya kader-kader Gerindra sebagai bakal calon kepala daerah merupakan tindak lanjut dari hasil rapat konsolidasi partai, yang digelar di Balikpapan pada Mei 2026 lalu.
Dalam forum tersebut, salah satu rekomendasi penting ialah mendorong pengenalan kader-kader internal sejak dini, sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pilkada mendatang.
“Bermunculannya kader-kader Gerindra untuk diusung menjadi Bupati maupun Wali Kota, merupakan bagian dari hasil rapat konsolidasi partai pada Mei lalu di Balikpapan,” terangnya.
“Dan, salah satu rekomendasinya adalah mulai mengampanyekan lebih awal kader-kader internal terbaik, untuk menghadapi kontestasi politik daerah ke depan,” katanya.
Sebagai anggota DPRD Kaltim, Agus Suwandy menegaskan bahwa Partai Gerindra memiliki mekanisme dan tahapan yang jelas dalam menentukan calon kepala daerah.
Karena itu, seluruh kader memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan mandat selama mampu menunjukkan kinerja, loyalitas, serta kedekatan dengan masyarakat.
Ia menilai, proses menuju pencalonan tidak dapat dilakukan secara instan.
Seorang kader harus mulai membangun komunikasi politik, memperkuat pengabdian kepada masyarakat, serta aktif memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga.
“Kerja politik tidak bisa instan. Lakukan dari sekarang, bergerak di tengah masyarakat dan berusaha mengatasi persoalan yang sedang dialami masyarakat,” ujarnya.
Meski namanya masuk dalam bursa calon Wali Kota Samarinda, Agus menegaskan dirinya tetap menghormati seluruh mekanisme organisasi, dan akan mematuhi keputusan yang nantinya ditetapkan oleh DPP Partai Gerindra.
Ia juga memastikan seluruh kader memiliki kewajiban menjaga soliditas partai dengan memberikan dukungan penuh, kepada siapa pun yang nantinya memperoleh mandat resmi untuk bertarung pada Pilwali Samarinda 2030.
“Sebagai kader, fatsun politik kita jelas. Kita akan mengawal dan memenangkan calon terbaik yang diputuskan oleh partai,” pungkas Agus Suwandy.
Penulis: Andi Isnar












