![]()
SAMARINDA, literasikaltim.com – Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPD ABPEDNAS) Kalimantan Timur telah menggelar rapat kerja koordinasi ke-3 di Sekretariat DPD ABPEDNAS Kaltim, Jalan Merapi Nomor 5, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, Sabtu (30/5/2026).
Rapat yang dihadiri 38 anggota pengurus aktif tersebut menjadi momentum penting, untuk melakukan evaluasi internal organisasi sekaligus menyusun langkah strategis, dalam memperkuat kapasitas Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di seluruh wilayah Kalimantan Timur.
Ketua DPD ABPEDNAS Kaltim, H. Mugeni, mengatakan rapat ke-3 ini merupakan bagian dari agenda konsolidasi organisasi, yang sebelumnya telah dilakukan melalui rapat pertama dan kedua.
Menurutnya, evaluasi dilakukan terhadap seluruh struktur kepengurusan yang telah dilantik pada 12 Februari 2026, guna memastikan organisasi berjalan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

“Rapat ke-3 ini membahas evaluasi terhadap pengurus yang aktif maupun yang tidak aktif selama tahun 2026, dan Kami ingin memastikan roda organisasi berjalan dengan baik serta seluruh pengurus menjalankan tugas, serta tanggung jawabnya sesuai aturan organisasi,” ujar Mugeni kepada media ini, Minggu (31/5/2026).
Ia menjelaskan, rapat tersebut juga menjadi forum untuk menindaklanjuti berbagai dinamika internal, yang terjadi pasca pelantikan kepengurusan DPD ABPEDNAS Kaltim.
Salah satu agenda yang dibahas adalah, revisi susunan kepengurusan yang sebelumnya telah dilakukan sekitar dua pekan setelah pelantikan.
Saat itu, mayoritas pengurus menyetujui perubahan jabatan Bendahara yang sebelumnya dijabat Wahida Tajang, dan dialihkan menjadi posisi Penasihat DPD ABPEDNAS Kaltim, dan di gantikan Eny Soelastri sebagai Bendahara Umum ABPEDNAS Kaltim.
Keputusan tersebut, kemudian disampaikan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ABPEDNAS, dan memperoleh persetujuan secara prinsip dari Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Ir. H. Indrara Utama, M.PWK., IPU.
Namun dalam perkembangannya, sejumlah persoalan internal kembali muncul yang melibatkan beberapa unsur kepengurusan, termasuk bendahara lama maupun bendahara baru yang ditunjuk.
“Permasalahan tersebut sudah dibahas dalam rapat pertama dan rapat kedua, dan Kami telah menyampaikan undangan secara resmi maupun melalui WhatsApp kepada pihak-pihak terkait, namun beberapa di antaranya tidak dapat hadir, sehingga pembahasan belum dapat diselesaikan secara menyeluruh,” jelasnya.
Karena itu, rapat ke-3 dilaksanakan untuk mengambil langkah-langkah organisasi yang dianggap perlu demi menjaga keberlangsungan, dan stabilitas kepengurusan DPD ABPEDNAS Kaltim.
Dalam rapat tersebut, peserta yang hadir juga menegaskan bahwa dari jumlah pengurus yang tercantum dalam Surat Keputusan kepengurusan, sebanyak 38 orang dinilai aktif menjalankan tugas organisasi dan mematuhi AD/ART.
Dokumentasi kehadiran dan foto bersama telah disampaikan kepada DPP ABPEDNAS, sebagai bagian dari laporan organisasi.
Selain membahas evaluasi kepengurusan, rapat juga menghasilkan sejumlah program strategis, yang akan dijalankan dalam waktu dekat.
Salah satunya adalah persiapan pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi anggota BPD, di Kalimantan Timur.
Program tersebut dirancang, untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman anggota BPD terkait tugas, fungsi, serta peran mereka dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa.
“Rapat ini juga mempersiapkan pelaksanaan Bimtek bagi para anggota BPD, agar dapat bergabung dan bersinergi bersama ABPEDNAS dalam menjaga Desa, serta memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik,” katanya.

Tak hanya itu, DPD ABPEDNAS Kaltim juga berencana memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah, di seluruh Kabupaten di Kalimantan Timur.
Menurut Mugeni, sinergi antara ABPEDNAS, BPD, dan Pemerintah Daerah sangat penting untuk mendukung pembangunan Desa yang berkelanjutan dan berpihak kepada masyarakat.
“Ke depan DPD ABPEDNAS Kaltim akan berkoordinasi dengan para Bupati se-Kalimantan Timur, guna memperkuat kemitraan dan mendukung berbagai program pemberdayaan desa,” ungkapnya.
“Kami berharap seluruh pengurus tetap solid, menjaga kekompakan organisasi, dan terus bekerja demi kemajuan desa-desa di Kalimantan Timur,” pungkasnya.
Penulis: Andi Isnar













