Diskominfo Kutim

Penataan Kawasan Kumuh Samarinda Capai Lebih 50 Persen, Disperkim Siapkan Skema Penataan Terpadu.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

Ronny Surya: Kepemimpinan Herwan Rifa’i Beri Dampak Positif bagi Program Penataan Kawasan Permukiman.

SAMARINDA, literasikaltim.com – Upaya penataan kawasan kumuh di Kota Samarinda menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Samarinda mencatat lebih dari 50 persen kawasan kumuh yang terdata sejak 2020, telah berhasil ditangani melalui berbagai program penataan dan peningkatan kualitas permukiman.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Kawasan Permukiman Disperkim Kota Samarinda, Ronny Surya, di sela kegiatan buka puasa bersama sekaligus pelepasan purna tugas Kepala Dinas Perkim Kota Samarinda Herwan Rifa’i yang digelar di halaman kantor Disperkim Samarinda, belum, Sabtu (28/2/2026) malam.

Ronny menjelaskan, penanganan kawasan kumuh dilakukan secara bertahap melalui berbagai program perbaikan infrastruktur permukiman, peningkatan kualitas rumah tidak layak huni, hingga penataan lingkungan secara menyeluruh.

“Penataan kawasan kumuh yang dilakukan dari tahun ke tahun cukup berhasil. Dari data yang tertuang dalam SK tahun 2020, sekitar 50 hektare lebih kawasan kumuh sudah hampir selesai ditangani,” ujar Ronny Surya.

Meski demikian, masih terdapat sekitar 23 hektare kawasan kumuh yang belum tertata secara optimal.

Secara keseluruhan, luas kawasan kumuh di Kota Samarinda yang masih memerlukan penanganan lebih lanjut diperkirakan mencapai sekitar 118 hektare.

Menurut Ronny, ke depan Disperkim akan mengubah pendekatan penanganan kawasan kumuh dari metode parsial, menjadi penataan kawasan secara terpadu.

Langkah tersebut dinilai penting, agar penanganan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan dampak yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat.

“Tahun-tahun sebelumnya penanganan lebih banyak bersifat parsial, dan ke depan Kami merencanakan penataan kawasan secara terpadu untuk mengejar kawasan kumuh yang belum tertangani,” jelasnya.

Namun demikian, rencana tersebut dihadapkan pada keterbatasan anggaran yang diperkirakan masih terjadi pada tahun 2026.

Padahal, sejumlah program prioritas sebenarnya telah memiliki konsep perencanaan serta kajian teknis yang matang.

Salah satu program yang disiapkan adalah konsolidasi lahan di wilayah Samarinda Seberang, tepatnya di kawasan Kampung Baka.

Lokasi tersebut, dipilih dari beberapa alternatif setelah melalui studi kelayakan dan kajian teknis.

“Konsolidasi lahan di Kampung Baka direncanakan untuk menata kawasan kumuh menjadi persil-persil hunian yang lebih layak,” ucap Ronny.

“Konsepnya hampir sama dengan beberapa kawasan, yang sebelumnya sudah berhasil ditata,” lanjutnya.

Selain Kampung Baka, Disperkim Samarinda juga merencanakan penataan kawasan di wilayah Lambung, termasuk area bekas jalur hijau yang berada di samping masjid setempat.

Kawasan tersebut akan ditata, untuk memperbaiki kondisi rumah tidak layak huni (RTLH), sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat dan tertata.

Menurut Ronny, meskipun dukungan anggaran belum tersedia, proses survei lapangan secara manual serta kajian dari pihak konsultan telah dilakukan sebagai langkah awal perencanaan.

“Survei manual dan kajian dari konsultan sudah kami lakukan meskipun anggarannya belum tersedia. Dua kawasan ini menjadi prioritas jika dukungan pendanaan sudah ada,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa, keberhasilan penataan kawasan kumuh sangat bergantung pada dukungan anggaran dari Pemerintah Daerah.

Tanpa pembiayaan yang memadai, berbagai konsep penataan yang telah disiapkan akan sulit direalisasikan secara optimal.

“Kami berharap pemerintah kota dapat memberikan perhatian lebih terhadap program penataan kawasan permukiman, karena kebutuhan di lapangan masih cukup besar,” tuturnya.

Dengan pendekatan penataan kawasan secara terpadu serta dukungan pendanaan yang memadai, Disperkim Samarinda menargetkan penanganan kawasan kumuh dapat dipercepat dalam beberapa tahun ke depan, guna menciptakan lingkungan permukiman yang lebih layak, sehat, dan tertata bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ronny Surya juga menyampaikan apresiasi kepada Herwan Rifa’i yang telah memasuki masa purna tugas sebagai Kepala Dinas Perkim Kota Samarinda.

Ia menilai selama masa kepemimpinan Herwan Rifa’i, berbagai program penataan kawasan permukiman di Samarinda, dapat berjalan dengan baik dan menunjukkan progres yang signifikan.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas pengabdian beliau selama memimpin Dinas Perkim Kota Samarinda, dan semasa kepemimpinan beliau, banyak program penataan kawasan permukiman, yang dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” terangnya.

Ronny berharap, berbagai program yang telah dirintis selama kepemimpinan Herwan Rifa’i, dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh kepemimpinan berikutnya.

“Sehingga upaya penataan kawasan permukiman di Kota Samarinda, dapat berjalan lebih optimal di masa mendatang,” pungkasnya.

Penulis: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0878-8345-4028

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *