DPRD Samarinda Diskominfo Kutim
Blog  

Laskar Biru Demokrat Samarinda Turun ke Karang Mumus, Tanam Pohon dan Bersihkan Sungai

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

Gerakan Langit Biru Indonesia Asri Jadi Momentum Dorong Kesadaran Masyarakat Jaga Lingkungan Secara Berkelanjutan

SAMARINDA, literasikaltim.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Samarinda melaksanakan kegiatan Gerakan Laskar Biru Indonesia Asri dengan menggelar rangkaian aksi peduli lingkungan, di kawasan Sungai Karang Mumus, Jalan Tarmidi, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan tersebut, diawali dengan senam pagi bersama, kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon dan kerja bakti membersihkan sampah di kawasan Sungai Karang Mumus.

Aksi ini melibatkan jajaran pengurus dan kader Partai Demokrat, anggota fraksi, masyarakat sekitar, serta sejumlah penggiat lingkungan.

Pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, yang dilaksanakan secara serentak di Indonesia, sekaligus rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat.

Ketua Panitia Pelaksana, Joni Sinatra Ginting, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan bersih-bersih lingkungan harus dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat, dalam memperlakukan lingkungan.

Ia mengingatkan seluruh peserta, agar tidak kembali meninggalkan sampah setelah kegiatan selesai.

Bahkan, hal sederhana seperti puntung rokok dan bungkus permen juga menjadi perhatian, karena berpotensi mencemari lingkungan apabila dibuang sembarangan.

“Pesan moralnya adalah Saya berharap semuanya kalau bisa puntung rokok ini tidak dibuang sembarangan. Saya tadi makan permen juga saya kantongin. Begitu juga yang lain-lain, pada saat kita meninggalkan tempat kegiatan ini, semuanya sudah clean dan bersih,” ujar Joni.

Menurutnya, kegiatan utama yang dilaksanakan meliputi penanaman pohon dan pembersihan kawasan Sungai Karang Mumus dari sampah.

Namun, ia mengingatkan peserta agar tidak melakukan pembersihan, secara berlebihan terhadap tumbuhan yang memang menjadi bagian dari ekosistem sungai.

Joni meminta peserta hanya mengambil sampah, yang memang mengotori sungai dan lingkungan sekitarnya.

Tumbuhan yang berada di kawasan sungai, termasuk eceng gondok maupun vegetasi lainnya, tidak boleh sembarangan dicabut karena dapat mengganggu ekosistem dan habitat hewan yang berada di sekitar sungai.

“Kita membersihkan hanya membersihkan sampah. Jangan sekali-kali kita bersihkan eceng gondok, karena itu akan merusak ekosistem dan hewan yang ada di seputaran sungai tersebut,” tegasnya.

Untuk memastikan aksi berjalan tertib, panitia membagi peserta ke dalam sejumlah tim yang bertugas sesuai teknis kegiatan.

Pembagian tersebut, dilakukan agar proses pembersihan dapat berlangsung efektif tanpa mengganggu lingkungan alami yang ada di sekitar sungai.

Joni juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat di lingkungan RT 12, RT 13 dan RT 15, yang telah memberikan dukungan serta mengakomodasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia berharap, kegiatan serupa tidak berhenti pada satu momentum.

Gerakan menjaga lingkungan, menurutnya, harus dilanjutkan secara berkelanjutan hingga kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan semakin kuat.

“Ini tentunya tidak berhenti di sini, tapi kami berharap ini akan berlanjut sampai Indonesia benar-benar asri,” katanya.

Pohon Jadi Investasi untuk Generasi Mendatang

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kalimantan Timur H. Agus Aras, S.M., M.AP. memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia menyebut, aksi penanaman pohon dan pembersihan daerah aliran Sungai Karang Mumus, merupakan bentuk kepedulian Partai Demokrat dalam rangkaian peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat.

Menurutnya, penanaman pohon tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial.

Pohon yang ditanam hari ini, merupakan bagian dari investasi lingkungan yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang.

“Ini kalau saya katakan investasi untuk ke depan bagi para generasi kita,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah jenis tanaman disiapkan untuk ditanam, di antaranya kayu putih, durian dan rambutan.

Ia juga menyinggung potensi pengembangan tanaman kayu putih di Kalimantan Timur.

Menurutnya, terdapat kawasan yang telah mengembangkan tanaman tersebut dalam jumlah besar, dan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus ekologis di masa mendatang.

Ia mengapresiasi keterlibatan DPC Partai Demokrat Kota Samarinda, anggota fraksi serta masyarakat dalam kegiatan tersebut.

“Ini akan kami sampaikan nanti kepada DPP bahwa inilah bentuk kontribusi DPC Kota Samarinda dalam rangkaian perayaan HUT Partai Demokrat yang ke-25, yang sedang giat-giatnya menggalakkan penanaman pohon baik itu di darat maupun melakukan pembersihan di daerah aliran Sungai Karang Mumus,” ungkapnya.

Barkati: Kebersihan Harus Jadi Rutinitas, Bukan Sekadar Momentum

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Samarinda H. Muhammad Barkati, S.Sos., M.H. mengatakan, Gerakan Langit Biru Indonesia Asri merupakan gerakan yang dilaksanakan secara serentak dan menjadi bagian dari upaya mendorong kepedulian terhadap lingkungan.

Barkati menjelaskan, rangkaian gerakan tersebut telah berlangsung sejak 10 Juni 2026 dan mencapai puncaknya pada 28 Agustus 2026.

Ia bersyukur, pelaksanaan kegiatan di Samarinda mendapatkan respons positif dari kader Demokrat maupun masyarakat.

Kolaborasi antara partai, masyarakat dan komunitas lingkungan dinilai menjadi kekuatan penting dalam menjaga kawasan Sungai Karang Mumus.

“Alhamdulillah, kita melihat sendiri partisipasi Demokrat dan masyarakat saling berkolaborasi. Dukungan untuk menjaga Sungai Karang Mumus ini luar biasa,” kata Barkati.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga dihadiri para penggiat lingkungan dan masyarakat sekitar yang secara langsung ikut mengambil bagian dalam aksi kebersihan.

Barkati menyampaikan terima kasih, kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi.

Ia berharap kegiatan tersebut, dapat membangun komitmen bersama untuk menciptakan Samarinda yang lebih bersih, asri dan memiliki kualitas lingkungan yang lebih baik.

“Semoga kita semua bersama-sama punya komitmen untuk menjaga lingkungan, khususnya Samarinda menjadi lingkungan yang bersih, asri, dan punya udara yang segar dengan penghijauan-penghijauan kita,” tuturnya.

Namun, Barkati menegaskan bahwa menjaga kebersihan sungai dan lingkungan tidak cukup hanya dilakukan ketika ada kegiatan tertentu.

Ia menilai, persoalan sampah membutuhkan kebiasaan dan kepedulian yang dilakukan secara rutin, oleh seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, masih diperlukan upaya berkelanjutan agar kesadaran menjaga kebersihan benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Kita artinya masih harus rutinitas terhadap kebersihan. Bukan hanya sekadar momen-momen tertentu, tapi rutinitas untuk bagaimana betul-betul kita bersama-sama menjaga kebersihan,” pungkasnya.

Penulis: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *