![]()
Pdt. Yohanes Traksin: Jadilah Tuan Rumah yang Baik, Doa Lintas Agama Lebih Mulia daripada Aksi Penolakan
SAMARINDA, literasikaltim.com – Tokoh Agama Kristen, Pdt. Yohanes Traksin, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, kerukunan, dan kondusivitas di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) maupun Kalimantan Timur (Kaltim).
Ajakan tersebut, disampaikan sebagai respons terhadap berkembangnya dinamika di tengah masyarakat, menjelang pelaksanaan sebuah kegiatan keagamaan.
Dalam pernyataannya, Pdt. Yohanes menegaskan bahwa aksi penolakan terhadap pihak mana pun bukanlah langkah yang tepat dalam menyikapi perbedaan.
Sebaliknya, masyarakat diajak untuk menunjukkan sikap sebagai tuan rumah yang baik, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan hidup berdampingan secara damai.
“Saya berpendapat bahwa tidak perlu melakukan aksi penolakan terhadap siapa pun. Jadilah tuan rumah yang baik,” ujarnya melalui keterangan tertulis ke media ini, Jum’at (3/7/2026).
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ucapan dan tindakan, agar tidak memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, menebarkan kebencian kepada kelompok mana pun hanya akan melahirkan dampak negatif yang dapat merusak keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
“Jangan menabur benih kebencian kepada kelompok siapa pun supaya tidak menuai buah yang sama,” katanya.
Sebagai alternatif yang dinilai lebih membangun, Pdt. Yohanes mengusulkan agar masyarakat menggelar gerakan doa bersama lintas agama.
Langkah tersebut, diyakini dapat menjadi simbol persaudaraan sekaligus memperkuat semangat toleransi antar umat beragama di Kaltim.
“Lebih baik membuat gerakan doa bersama lintas agama, daripada melakukan hal-hal yang dapat menciptakan Kabupaten Kubar menjadi tidak kondusif,” ungkapnya.
Selain menyampaikan pesan kepada masyarakat, Pdt. Yohanes juga memberikan perhatian kepada panitia penyelenggara kegiatan.
Ia berharap panitia dapat memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung dengan baik, termasuk materi ceramah yang disampaikan oleh Ustaz Abdul Somad, agar tetap menghormati keberagaman dan tidak menyinggung pemeluk agama maupun kelompok lain.
Menurutnya, komitmen panitia dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung menjadi faktor penting, untuk menciptakan suasana yang aman dan damai.
“Saya menyarankan kepada panitia pelaksana, agar memastikan ceramah Ustaz Abdul Somad tidak menyinggung pemeluk agama lain, maupun kelompok lain, dan Panitia juga harus berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tuturnya.
Lebih lanjut, Pdt. Yohanes turut meminta aparat TNI dan Polri untuk terus meningkatkan langkah-langkah antisipatif dalam menjaga situasi keamanan di Kabupaten Kubar dan Kaltim.
Ia menilai potensi gangguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat, perlu diantisipasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Kepada TNI dan Polri, Saya berharap dapat menjaga kondusivitas Kubar dan Kaltim. Semua potensi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat kiranya segera diantisipasi sejak dini,” katanya.
Pdt. Yohanes berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog, toleransi, dan semangat persaudaraan dalam menyikapi setiap perbedaan.
Dengan demikian, kerukunan antar umat beragama yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Kaltim, dapat terus terpelihara dengan baik.
“Semoga toleransi antar umat beragama tetap terjaga sehingga kehidupan masyarakat berlangsung aman, damai, dan harmonis,” pungkasnya.
Penulis: Andi Isnar












