Diskominfo Kutim

Tragedi di Balik Perawatan Mahasiswi Samarinda, Keluarga Minta Keadilan dan Transparansi.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

Mazniati: Semua Harapan Keluarga Akan Kami Tindaklanjuti, Hasil Investigasi Dijanjikan Pekan Depan.

SAMARINDA, literasikaltim.com – Kasus meninggalnya seorang mahasiswi seorang atlet bela diri Kalimantan Timur (Kaltim) usai menjalani perawatan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, dan sempat di tolak oleh pihak RSUD AWS Syahranie menjadi perhatian publik.

Keluarga korban kini menuntut adanya audit medis menyeluruh, dan meminta pertanggungjawaban pihak rumah sakit atas dugaan kelalaian maupun keterlambatan dalam penanganan medis, yang diduga berkontribusi terhadap meninggalnya korban.

Upaya mencari kejelasan atas peristiwa tersebut dilakukan keluarga almarhum, yakni Hendrik Tandoh SH MH dan Bambang Edy Dharma SH, dengan mendatangi RSUD AWS Samarinda pada Jumat (5/6/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Direktur RSUD AWS, keluarga diterima langsung oleh Direktur RSUD AWS, dr. Mazniati, bersama jajaran manajemen rumah sakit.

Korban yang berinisial ALLP diketahui merupakan mahasiswi, di salah satu perguruan tinggi di Samarinda.

Selain aktif menempuh pendidikan, almarhumah juga dikenal sebagai atlet bela diri yang pernah mengharumkan nama Kaltim, dalam sejumlah kejuaraan.

Menurut keterangan pihak keluarga, korban sebelumnya menjalani pengobatan setelah mengalami gangguan kesehatan, yang diduga berkaitan dengan infeksi saluran kemih dan usus buntu.

Namun dalam perjalanan perawatan, kondisi korban disebut terus mengalami penurunan, dan saat dibawa ke RSUD AWS Syahranie, pada awalnya yakni tepatnya pada tanggal 31 Mei 2026, di tolak para tenaga medis yang saat itu bertugas jaga, dengan alasannya tidak masuk akal.

Dan akhirnya, almarhum kembali di bawa pulang oleh keluarganya, namun karena sakit nya makin para sehingga, pihak keluarganya pun kembali membawa almarhum ke RSUD AWS Syahranie. Dan kondisnya saat itu sudah melemah, bahkan alat pengobatan tidak berfungsi baik, guna meningkatkan kesehatan almarhum, hingga akhirnya meninggal dunia pada 1 Juni 2026.

Keluarga menduga, terdapat kelalaian medis maupun keterlambatan penanganan yang menyebabkan kondisi korban berkembang, menjadi infeksi sistemik atau sepsis hingga berujung pada kematian.

Dalam audiensi tersebut, kuasa hukum keluarga meminta pihak rumah sakit menyerahkan seluruh dokumen rekam medis almarhumah, termasuk resume medis, hasil laboratorium, hasil USG, laporan tindakan operasi, hasil pemeriksaan Patologi Anatomi (PA), hingga catatan perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU).

Selain itu, keluarga juga meminta dilakukan audit medis internal untuk mengetahui secara rinci proses pelayanan kesehatan yang diberikan kepada korban sejak awal, dalam menjalani perawatan hingga meninggal dunia.

Keluarga almarhum, Hendrik Tandoh SH MH, mengatakan pihaknya telah menyampaikan seluruh pertanyaan dan keluhan keluarga, kepada manajemen rumah sakit.

“Hari ini Kami sudah diterima dengan baik oleh Ibu Direktur dan jajaran manajemen, dan Kami menyampaikan berbagai keluhan dan pertanyaan dari keluarga besar terkait kejadian yang menimpa almarhumah,” ucapnya di hadapan awak media, usai pertemuan tersebut.

“Dan, dari pihak rumah sakit juga menyatakan akan melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap seluruh proses pelayanan yang telah diberikan,” ujarnya.

Menurut Hendrik, pihak keluarga saat ini memilih menunggu hasil audit dan investigasi internal yang dilakukan rumah sakit, sebelum menentukan langkah berikutnya.

“Kami sepakat menunggu hasil penelusuran dari rumah sakit, dan setelah itu akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas hasil yang ditemukan,” katanya.

Senada dengan itu, Bambang Edy Dharma SH mengungkapkan bahwa keluarga masih menunggu hasil laboratorium dan sejumlah dokumen medis yang menjadi dasar, untuk mengetahui diagnosis serta penyebab pasti meninggalnya korban.

Ia mengapresiasi sikap manajemen rumah sakit yang bersedia menerima keluarga, dan membuka ruang komunikasi terkait kasus tersebut.

“Kami berterima kasih karena pihak rumah sakit menerima Kami dengan baik, dan berkomitmen melakukan audit internal, dan Kami berharap hasil audit nantinya dapat memberikan kejelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi, sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,”katanya.

Bambang menegaskan bahwa, hingga saat ini keluarga masih menahan diri, untuk menyampaikan kronologi secara lengkap kepada publik, karena menghormati proses audit yang sedang berlangsung.

“Kami meminta semua pihak bersabar dan menunggu hasil audit internal, serta hasil pemeriksaan medis yang sedang diproses. Nanti pada waktunya akan kami sampaikan secara lengkap,” katanya.

Sementara itu, Direktur RSUD AWS Samarinda, dr. Mazniati, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya almarhumah, dan memastikan pihak rumah sakit akan menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan keluarga.

“Pertama-tama Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan orang tua, atas kejadian yang menimpa anak mereka, dan sebagai seorang ibu, saya juga bisa merasakan bagaimana kehilangan seorang anak perempuan yang menjadi kebanggaan keluarga,” tuturnya.

Mazniati mengatakan pihak rumah sakit telah mendengarkan seluruh harapan, dan permintaan yang disampaikan keluarga dalam audiensi tersebut.

Menurutnya, manajemen RSUD AWS akan melakukan penelusuran secara menyeluruh, terhadap proses pelayanan medis yang diberikan kepada almarhumah.

“Sesuai dengan harapan keluarga yang telah Kami dengarkan, dalam waktu dekat akan kami telusuri sehingga nantinya dapat Kami sampaikan kepada keluarga pada pertemuan berikutnya,” jelasnya.

Ia menegaskan rumah sakit akan berupaya menyelesaikan proses penelusuran tersebut, secepat mungkin agar keluarga memperoleh kejelasan mengenai berbagai pertanyaan yang muncul, terkait penanganan medis terhadap korban.

Saat ditanya mengenai target waktu penyampaian hasil penelusuran, Mazniati menyebut pihak rumah sakit menargetkan dapat memberikan perkembangan hasil audit internal, pada pertemuan lanjutan yang direncanakan berlangsung pada Selasa pekan depan.

“Secepatnya. Insya Allah sesuai yang Kami sepakati bersama keluarga, hari Selasa nanti Kami akan kembali bertemu, untuk menyampaikan hasil penelusuran yang dilakukan rumah sakit,” pungkasnya.

Penulis: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *