![]()
Gubernur Kaltim: Media Sosial Lebih Banyak Sebar Dampak Destruktif.
SAMARINDA, literasikaltim.com – Arus deras informasi digital yang berkembang melalui media sosial, dinilai menjadi tantangan serius bagi dunia jurnalistik dan Pemerintahan.
Di tengah maraknya penyebaran informasi yang belum tentu terverifikasi, keberadaan media massa yang kredibel dianggap semakin penting sebagai penyeimbang sekaligus pengontrol sosial.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, saat menerima kunjungan resmi Pengurus Daerah Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kalimantan Timur (Kaltim) di Ruang Rapat Gubernur Kaltim, Senin sore (18/5/2026).
Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 17.00 Wita itu membahas berbagai tantangan industri pers di era digital, termasuk derasnya informasi di media sosial yang kerap mengabaikan akurasi demi mengejar popularitas dan viralitas.
Dalam kesempatan tersebut, Rudy Mas’ud menyoroti fenomena media sosial, yang menurutnya lebih banyak menghadirkan dampak destruktif dibandingkan konstruktif.
“Media sosial saat ini lebih banyak menghasilkan informasi berbasis destruktif ketimbang konstruktif. Akibatnya, lebih banyak menebar mudaratnya ketimbang kebermanfaatannya bagi masyarakat,” tegas Rudy Mas’ud di hadapan jajaran pengurus SPS Kaltim.
Menurut Rudy, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi insan pers untuk tetap menjaga marwah jurnalistik melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
Ia meminta media arus utama atau mainstream tetap berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) agar mampu menghadirkan produk berita yang objektif, faktual, dan memiliki integritas.
“Pers harus menjadi garda terdepan dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Media yang kredibel memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus digital,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengda SPS Kaltim, Ajid Kurniawan, menyampaikan bahwa SPS terus berupaya menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan dinamika industri media.
Ia menjelaskan, organisasi yang lahir pada tahun 1946 dengan nama awal Serikat Penerbit Surat Kabar itu, kini telah bertransformasi menjadi Serikat Perusahaan Pers sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan ekosistem media modern.
“Era digital bergerak sangat cepat dan polanya sulit dibaca. Pelaku industri pers harus tanggap. SPS Kaltim berkomitmen menjadi wadah inklusif yang merangkul media cetak maupun siber agar bisa saling menguatkan di tengah tantangan disrupsi,” kata Ajid.
Dalam audiensi tersebut, Ajid didampingi Sekretaris Umum SPS Kaltim, Sumarsono. Pertemuan juga dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Muhammad Faisal serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Provinsi Kaltim Syarifah Alawiyah.
Kehadiran sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tersebut, menjadi bentuk dukungan terhadap eksistensi pers yang sehat dan profesional di daerah.
Sebelum bertemu Gubernur Kaltim, jajaran Pengda SPS Kaltim juga melakukan audiensi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Timur, Dr Supardi SH MH, di Samarinda Seberang.
Dalam pertemuan itu, Ajid Kurniawan memaparkan perjalanan panjang SPS yang telah eksis selama kurang lebih 80 tahun dalam mendukung perkembangan industri pers nasional.
Selain bersilaturahmi, SPS Kaltim juga menyampaikan rencana pelaksanaan Hari Ulang Tahun SPS, yang akan digelar di Kalimantan Timur pada Oktober 2026 mendatang.
Ajid mengatakan, perayaan HUT SPS tersebut rencananya akan dihadiri perwakilan media dari berbagai daerah di Indonesia.
“Tahun lalu pelaksanaan HUT SPS digelar di Provinsi Aceh. Tahun ini, Kaltim dipercaya menjadi tuan rumah dan Kami berharap momentum ini dapat memperkuat kolaborasi, serta soliditas insan pers nasional,” pungkasnya.
Penulis: Ira Rosalina
Editor: Andi Isnar
Sumber: SPS Kaltim













