Diskominfo Kutim

Warga Parepare di Kaltim Rencanakan Gelar Muswil II HMP Kaltim di Samarinda, Disertai Dialog 50 Tahun KKSS.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

SAMARINDA, literasikaltim.comHimpunan Masyarakat Parepare (HMP) Kalimantan Timur dijadwalkan menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) II pada 14 Februari 2026 di Hotel Aston Samarinda.

Muswil tersebut menjadi agenda strategis organisasi dalam rangka pemilihan ketua HMP Kaltim periode selanjutnya, sekaligus penguatan peran organisasi dalam struktur Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

Ketua HMP Kalimantan Timur, H. Andi Saharuddin SH.MH, menjelaskan bahwa Muswil merupakan agenda rutin organisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali.

Namun, pelaksanaan Muswil II kali ini sempat mengalami penundaan akibat pandemi Covid-19.

“Rencananya HMP Kaltim akan melaksanakan Muswil di Hotel Aston pada 14 Februari 2026, dan ini agenda rutin organisasi untuk pemilihan ketua ke depan, yang semestinya dilaksanakan pada 2023 lalu, namun tertunda karena pandemi,” ujar H. Andi Saharuddin, saat di wawancarai media ini, Rabu 4/2/2026).

Selain agenda pemilihan ketua, Muswil II HMP Kaltim juga akan dirangkaikan dengan dialog intelektual kebangsaan dalam rangka memperingati 50 tahun KKSS.

Dialog tersebut, dimaksudkan sebagai bentuk kontribusi HMP sebagai salah satu pilar dalam KKSS.

“Sebelum Muswil, Kami selingi dengan dialog 50 tahun KKSS, dan ini merupakan sumbangsih HMP sebagai bagian dari pilar KKSS, sekaligus ruang diskusi untuk merawat warisan dan menata masa depan,” jelasnya.

Dialog tersebut akan menghadirkan empat narasumber yang mewakili empat pilar besar dalam KKSS, yakni Mandar, Bugis, Makassar, dan Toraja.

Para pembicara yang dijadwalkan hadir antara lain Prof. Masjaya mewakili Mandar, Prof. Dr. Buhari Yusuf dari unsur Makassar, Dr. H. Andi Ade Lepu mewakili Bugis, serta Semkarta dari Ikatan Keluarga Toraja.

Seluruh rangkaian kegiatan Muswil II dan dialog publik tersebut akan berlangsung selama satu hari penuh.

Namun, sejumlah peserta dari daerah akan mulai hadir lebih awal.

“Sebanyak delapan Kabupaten dan Kota akan datang sejak 13 Februari, karena sudah dibookingkan hotel dua hari dua malam. Yang hadir antara lain dari Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Timur, Berau, Penajam Paser Utara, dan Paser,” terangnya.

Andi Saharuddin juga mengulas sejarah terbentuknya HMP Kalimantan Timur, dan menyebut, HMP terbentuk sebagai bagian dari upaya masyarakat Parepare, untuk memiliki wadah resmi yang berafiliasi dengan KKSS, menyusul telah terbentuknya kerukunan daerah lain di wilayah Ajatapareng.

“HMP ini terbentuk karena Parepare belum memiliki pilar sendiri di KKSS. Daerah lain seperti Barru, Sidrap, dan Pinrang sudah punya. Maka kami membentuk Himpunan Masyarakat Parepare yang berafiliasi dengan KKSS,” ungkapnya.

Ia menambahkan, HMP Kaltim resmi terbentuk pada 2018, berawal dari pertemuan dan kegiatan sederhana masyarakat Parepare di Samarinda, hingga berkembang menjadi organisasi yang menaungi warga Pare-Pare di berbagai kabupaten dan kota di Kaltim.

Saat ini, lanjut H. Andi Saharuddin, warga Parepare di Kaltim tersebar di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, legislatif, TNI-Polri, hingga dunia usaha.

“Orang Parepare di Kaltim cukup banyak dan tersebar di berbagai bidang, dan dengan Muswil ini, kami ingin memperkuat silaturahmi, konsolidasi organisasi, serta peran HMP dalam KKSS,” pungkasnya.

Penulis: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0878-8345-4028

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *