![]()
Prayunita Utami: Informasi Soal PT KNC Harus Diluruskan, Perbaikan Jalan Sudah Berjalan.
SANGATTA, literasikaltim.com – Isu yang menyebut PT Kaltim Nusantara Coal (KNC) kurang berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur dan sosial di Kecamatan Busang dan Telen, Kabupaten Kutai Timur, mendapat tanggapan resmi dari legislatif.
Wakil Ketua II DPRD Kutai Timur, Prayunita Utami, menyebut kabar tersebut perlu diluruskan setelah dirinya menerima klarifikasi langsung dari manajemen perusahaan, Selasa (24/2/2026).
Klarifikasi dilakukan dalam pertemuan di ruang kerja Prayunita yang menghadirkan Project Director dan Head of CSR PT KNC.
Agenda itu digelar menyusul berkembangnya desas-desus di masyarakat yang menuding perusahaan tambang tersebut abai terhadap perbaikan jalan dan pembangunan sosial di wilayah operasionalnya, khususnya di Busang dan Telen.
“Sebagai wakil rakyat, Saya tidak bisa menilai berdasarkan rumor, dan informasi yang beredar harus dipastikan kebenarannya,” ucapnya.
“Karena itu, Saya mengundang pihak PT KNC untuk memaparkan secara terbuka apa saja,.yang sudah dan akan mereka lakukan,” kata Prayunita.
Ia menjelaskan, dalam pertemuan sekitar satu jam tersebut, manajemen PT KNC memaparkan sejumlah program yang telah berjalan, meskipun perusahaan disebut masih dalam tahap pra-produksi.
Salah satu isu yang paling disorot masyarakat, lanjutnya, adalah kondisi infrastruktur jalan di sekitar Gunung Benteng.
Berdasarkan data yang disampaikan perusahaan, perbaikan jalan di titik-titik yang mengalami kerusakan, telah dilakukan secara periodik sejak pertengahan 2025 hingga sekarang.
“Dari pemaparan yang Kami terima, kontribusi perusahaan ternyata sudah berjalan dan menyentuh berbagai aspek, dan tidak hanya infrastruktur jalan, tetapi juga pendidikan, kesehatan, serta program kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Politisi Partai NasDem itu menilai, informasi mengenai kegiatan perbaikan jalan memang belum sepenuhnya diketahui publik.
Kondisi geografis yang cukup jauh, dan medan berat disebut menjadi salah satu faktor lambatnya penyebaran informasi.
Ia menegaskan, klarifikasi tersebut penting untuk menjaga hubungan harmonis antara perusahaan, Pemerintah Daerah, dan masyarakat.
Menurutnya, sinergi semua pihak diperlukan agar aktivitas pertambangan dapat berjalan seiring dengan pembangunan daerah.
“Program yang dipaparkan menjadi bukti perusahaan hadir di tengah masyarakat, dan tentu tetap perlu pengawasan dan komunikasi yang baik, tetapi isu bahwa perusahaan sama sekali tidak berbuat, itu perlu diluruskan,” tegasnya.
Prayunita juga mengimbau masyarakat, agar tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.
Ia memastikan DPRD Kutim, akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap aktivitas perusahaan, termasuk memastikan komitmen terhadap ketentuan perundang-undangan dan tanggung jawab sosial perusahaan tetap dijalankan.
Sementara itu, manajemen PT KNC dalam pertemuan tersebut menyatakan komitmen, untuk terus beroperasi sesuai regulasi yang berlaku dan berkontribusi terhadap pembangunan, serta kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Penulis: Andi Isnar

