![]()
SAMARINDA, literasikaltim.com – PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero), menggelar media gathering di ruang rapat Kantor Pelindo Samarinda, Rabu (24/9/2025).
Acara yang dihadiri 26 perwakilan media dari Samarinda, Balikpapan, dan Makassar ini menjadi momentum strategis perusahaan, untuk memperkuat sinergi dengan insan pers sekaligus menyampaikan capaian kinerja dan arah transformasi bisnis di sektor kepelabuhanan.
“Media gathering merupakan agenda rutin SPJM yang bertujuan menjaga transparansi informasi kepada publik, dan Kami sangat mengapresiasi insan pers yang selama ini konsisten menyajikan informasi akurat dan berimbang, dan peran media sangat penting sebagai jembatan komunikasi antara kami dan masyarakat,” ungkap Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar, SVP Sekretaris Perusahaan SPJM.
Dalam kegiatan tersebut, para jurnalis diajak melakukan port visit ke salah satu titik pelayanan marine SPJM di bawah Jembatan Mahakam, dan menyaksikan langsung proses pemanduan dan penundaan kapal.
SPJM juga memaparkan capaian kinerja keuangan hingga Semester I 2025. Tercatat pendapatan usaha mencapai Rp3,74 triliun, beban usaha Rp3,43 triliun, dengan laba usaha Rp309,01 miliar. Total aset perusahaan kini berada di kisaran Rp7,47 triliun.

Dari sisi operasional, SPJM mencatat 166.264 kunjungan kapal dengan total gross tonnage (GT) 628,85 juta GT.
Layanan pemanduan mencapai 1,66 miliar gerakan, sementara penundaan tercatat 2,50 miliar GT jam. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Tubagus Patrick menekankan bahwa SPJM tengah menjalankan transformasi layanan berbasis digital, yang salah satunya adalah penerapan sistem PHINNISI, platform terintegrasi untuk manajemen pelayanan kapal, mulai dari perencanaan, operasional, hingga monitoring dan pelaporan.
“PHINNISI akan meningkatkan ketepatan waktu pelayanan kapal, transparansi informasi, serta efisiensi penggunaan sumber daya,” ujarnya.
“Sistem ini juga memungkinkan sinkronisasi data real-time dengan sistem terminal, sehingga pelayanan lebih akurat dan minim risiko,” jelasnya.
Hingga 2025, integrasi PHINNISI sudah berjalan di berbagai cabang dan hub pelabuhan, termasuk Samarinda, Balikpapan, hingga jalur strategis menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pemilihan Samarinda sebagai lokasi media gathering dinilai memiliki nilai simbolis dan strategis.
Pelabuhan Samarinda disebut sebagai pintu gerbang perekonomian Kaltim, pusat distribusi barang dan penumpang, sekaligus jalur penting logistik menuju IKN.
“Pelabuhan Samarinda bukan hanya mendukung konektivitas regional, tetapi juga berperan besar dalam rantai pasok nasional. Inilah alasan Kami memilih Samarinda sebagai tempat berkumpul dengan media,” terang Tubagus Patrick.
Sebagai subholding Pelindo, SPJM membawahi delapan anak perusahaan dan dua cucu perusahaan yang terbagi dalam empat klaster bisnis utama:
- Marine Services
PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (JAI), PT Pelindo Marine Service (PMS), dan PT Intan Sejahtera Utama (ISMA) yang bergerak di bidang pemanduan, penundaan, keagenan kapal, serta jasa crewing. Saat ini SPJM mengoperasikan 120 kapal tunda milik, 76 kapal tunda non-milik, dan 163 kapal pandu. - Equipment
PT Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA) yang fokus pada pemeliharaan peralatan pelabuhan, penyediaan suku cadang, hingga kontraktor mekanikal-elektrikal. Tercatat ada lebih dari 1.000 unit peralatan pelabuhan yang dikelola, mulai dari container crane, rubber tyred gantry, reach stacker, hingga head truck. - Port Services & Utilities
PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI) dan PT Lamong Energi Indonesia (LEGI) yang menyediakan listrik, air bersih, pengelolaan limbah, hingga distribusi BBM dan gas. - Shipyard & Dredging
PT Pengerukan Indonesia (Rukindo) dan PT Pelindo Solusi Maritim (PSM) yang bergerak di bidang pengerukan, reklamasi, pemeliharaan dan pembangunan kapal. Anak usaha lainnya adalah PT Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) dan PT Ambang Barito Nusapersada yang mengelola jalur pelayaran.
Selain itu, SPJM juga memiliki cucu perusahaan, yaitu PT Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) dan PT Pelindo Energi Logistik (PEL).
SPJM menargetkan hingga akhir 2025 mampu memperkuat posisi sebagai penyedia layanan MEPS berstandar internasional.
Strategi utama meliputi ekspansi bisnis di seluruh lini, standarisasi operasional, digitalisasi layanan, peningkatan kerja sama strategis, serta penguatan talenta SDM.
“Harapan Kami, dengan sinergi bersama media dan mitra strategis, SPJM tidak hanya memperkokoh rantai logistik nasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” pungkas Tubagus Patrick.
Redaksi.













