![]()
Musmuliadi: Tegaskan Komitmen Sekolah Gratis dan Berkualitas di Kaltim serta Siapkan Gedung Tiga Lantai Baru, Targetkan Tampung 2.000 Siswa.
SAMARINDA, literasikaltim.com – Keluarga besar SMK Medika Samarinda menggelar kegiatan buka puasa bersama yang melibatkan guru, tenaga kependidikan, siswa, serta masyarakat sekitar.
Kegiatan yang dirangkai dengan tausyiah, salat Magrib serta Shalat Isya dan Tarawih berjamaah tersebut, dilaksanakan pada Sabtu (28/2/2026) mulai pukul 17.30 Wita di lingkungan sekolah yang berlokasi di kawasan Bengkuring, Samarinda.

Kegiatan ini, menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antar warga sekolah SMK Medika Samarinda, sekaligus membangun hubungan harmonis dengan masyarakat, di sekitar lingkungan sekolah selama bulan suci Ramadan.
Kepala SMK Medika Samarinda, Musmulyadi, mengatakan kegiatan buka puasa bersama tersebut melibatkan seluruh unsur sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan hingga warga yang tinggal di sekitar kawasan Bengkuring.
“Ini merupakan kegiatan buka puasa bersama yang melibatkan unsur kependidikan, para guru, staf, termasuk warga yang ada di sekitar Bengkuring,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk rasa syukur, karena sekolah yang dipimpinnya saat ini berkembang pesat dan menjadi salah satu sekolah besar di Kalimantan Timur.
“Kami bersyukur karena saat ini SMK Medika Samarinda menjadi salah satu sekolah terbesar di Kalimantan Timur meskipun lokasinya berada di bagian utara kota,” jelasnya.
Menariknya, sebagian hidangan berbuka dalam kegiatan tersebut disiapkan langsung oleh para guru sebagai bentuk kebersamaan dan gotong royong di lingkungan sekolah.
“Ada kue yang dibuat oleh guru, kemudian ikan dan ayam juga dibakar oleh para guru. Tujuannya agar semua yang terlibat mendapatkan keberkahan dari kegiatan buka puasa bersama ini,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Musmulyadi juga mengungkapkan rencana pengembangan sarana pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.
Pihak sekolah berencana membangun gedung baru tiga lantai, untuk menambah ruang kelas belajar.
Rencana pembangunan tersebut, dilakukan karena tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMK Medika Samarinda, sehingga jumlah ruang kelas saat ini dinilai masih kurang.
“Kami sudah melakukan pembebasan lahan di samping sekolah dan berencana membangun gedung tiga lantai. Insyaallah pada 2026 kami akan mengajukan proposal kepada pemerintah provinsi agar pembangunan ini bisa direalisasikan,” jelasnya.
Jika pembangunan tersebut terealisasi, kapasitas siswa di sekolah tersebut diperkirakan dapat meningkat dari sekitar 1.500 siswa menjadi 2.000 siswa.
Musmulyadi menegaskan bahwa kualitas sebuah sekolah tidak hanya dilihat dari fasilitas bangunannya, tetapi juga dari proses pendidikan yang berlangsung di dalamnya, terutama peran guru dalam mendidik siswa.
“Sekolah berkualitas itu bukan dilihat dari bangunannya, tetapi dari prosesnya. Sekitar 60 persen indikator keberhasilan sebuah sekolah ditentukan oleh kualitas gurunya,” tegasnya.
Ia menambahkan, pendekatan pembelajaran yang menyenangkan serta kedisiplinan guru menjadi salah satu faktor yang membuat sekolah tersebut, diminati masyarakat meskipun lokasinya berada di wilayah yang relatif jauh dari pusat kota.
Selain dihadiri keluarga besar sekolah dan masyarakat sekitar, kegiatan buka puasa bersama tersebut juga mengundang sejumlah kepala sekolah, pimpinan perguruan tinggi, serta pejabat di lingkungan kecamatan.
“Tujuannya untuk memperkuat hubungan antara sekolah dengan masyarakat dan berbagai pihak, dan Kami ingin menunjukkan bahwa SMK Medika bukan hanya milik yayasan, tetapi juga milik masyarakat di sekitar sekolah,” katanya.
Ke depan, pihak sekolah juga terus memperluas kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk membuka peluang bagi lulusan untuk melanjutkan pendidikan serta mengikuti program pelatihan kerja hingga ke luar negeri.
“Kami berharap dengan dukungan masyarakat Samarinda, SMK Medika tetap konsisten menjadi sekolah terbaik di Kalimantan Timur, menghasilkan lulusan yang mandiri, siap bekerja di industri, bahkan mampu berwirausaha,” pungkasnya.
Penulis: Ira Rosalina
Editor: Masronaliansyah S.Pd













