Diskominfo Kutim

Resmi Dibuka di GOR Segiri, Kejurprov ORADO Kaltim Perebutkan Rp50 Juta dan Tiket Kejurnas.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

Muh. Awalludin: Target Kami Lahirkan Atlet Kaltim Berprestasi di Tingkat Nasional.

SAMARINDA, literasikaltim.com — Federasi Domino Nasional (ORADO) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) yang berlangsung pada 11–12 April 2026 di Gedung GOR Segiri, Jalan Kusuma Bangsa, Samarinda.

Dalam kegiatan ini dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Muhammad Faisal guna mewakili Gubernur Kaltim yang kebetulan ada agenda kegiatan diluar.

Dalam pembukaan Kejurprov ORADO Kaltim ini, di hadiri pula Komandan Pimpinan Wilayah (PW) Komando Inti (KOTI) Provinsi Kaltim H. Sahabuddin SH.MH berserta jajarannya, serta hadir pula organisasi masyarakat yakni LPDKT.

Ajang Kejurprov ORADO Kaltim ini, menjadi langkah awal penjaringan atlet terbaik, yang akan dipersiapkan menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Bogor pada 24–26 April mendatang.

Ketua Pengurus Provinsi ORADO Kaltim, Muh. Awalludin, menyampaikan bahwa Kejurprov kali ini merupakan edisi pertama, dengan jumlah peserta sebanyak 128 pasangan.

Jumlah tersebut, masih di bawah target awal 512 peserta, namun disesuaikan dengan keterbatasan waktu menjelang Kejurnas.

“Ini Kejurprov pertama, sekaligus ajang perkenalan. Tujuan utama Kami adalah, menyaring atlet terbaik untuk Kejurnas di Bogor, dan Kami berharap atlet Kaltim mampu bersaing serta membawa nama daerah di Tingkat Nasional,” ujarnya, usai pelaksanaan pembukaan kegiatan Kejurprov ORADO Kaltim ini, Sabtu (11/4/2026).

Ia menambahkan, domino bukan sekadar permainan, melainkan sarana membangun kebersamaan, strategi, dan sportivitas.

ORADO Kaltim juga menargetkan cabang olahraga ini, dapat diakui secara resmi oleh KONI dan masuk dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Sementara itu, Ketua Panitia Kejurprov, Djufri Genda, menjelaskan bahwa peserta berasal dari enam pengurus cabang (pengcab), yakni Samarinda, Bontang, Balikpapan, Kutai Timur, Paser, dan Kutai Kartanegara. Seluruh peserta merupakan juara di Tingkat Kabupaten/Kota.

“Dalam kegiatan Kejurprov ORADO Kaltim ini, para pemenang pertandingan ini, mereka akan meraih total hadiah sebesar Rp50 juta,” ungkapnya.

“Para peserta ini adalah yang terbaik di daerahnya masing-masing. Nantinya, juara dari Kejurprov akan mewakili Kaltim di Kejurnas Bogor. Kami berharap bisa mencetak sejarah di ajang nasional tersebut,” jelasnya.

Dari sisi teknis, pertandingan menggunakan sistem tiga set dengan target kemenangan 101 poin.

Kompetisi juga menerapkan format liga penuh, sehingga seluruh peserta saling bertemu dan penentuan juara berdasarkan akumulasi poin.

“Dengan sistem ini, semua peserta punya kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, dan hasilnya lebih objektif,” tambah Djufri.

Plt.Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Muhammad Faisal, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi, atas terselenggaranya Kejurprov ORADO Kaltim.

Ia menilai, domino sebagai olahraga pikir yang mampu melatih strategi, konsentrasi, dan kesabaran.

“Permainan ini menuntut kemampuan membaca situasi, berpikir cepat, serta ketenangan dalam mengambil keputusan. Ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter atlet,” katanya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah dalam mendukung perkembangan domino, agar dapat bersaing di Tingkat Nasional, hingga masuk dalam agenda PON, dengan syarat telah menyelenggarakan minimal dua kali Kejurnas.

Selain itu, Faisal mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam kompetisi, termasuk dalam penentuan atlet yang akan mewakili daerah.

“Jangan cederai kompetisi. Siapa yang menang, dialah yang harus dikirim. Itu prinsip yang harus kita pegang bersama demi kemajuan olahraga,” tegasnya.

Dengan terselenggaranya Kejurprov ini, ORADO Kaltim berharap mampu melahirkan atlet-atlet domino yang kompetitif, serta memperkuat langkah menuju pengakuan sebagai cabang olahraga resmi di Tingkat Nasional.

“Kami ingin olahraga domino ini terus berkembang, berprestasi, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi Kaltim di ajang nasional,” pungkas Muhammad Faisal.

Penulis: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0878-8345-4028

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *