Rektor UNMUL Apresiasi Langkah Pemprov Kaltim untuk Pendidikan Gratis dalam ‘Gratis Pool’.

SAMARINDA, literasikaltim.com – Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah menjadi momen yang penuh makna bagi umat Islam, setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa.

Perayaan Idulfitri tidak hanya dirayakan sebagai hari kemenangan, tetapi juga sebagai waktu untuk melakukan refleksi diri, memperkuat ketakwaan, serta mempererat hubungan antar sesama dan dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Rektor Universitas Mulawarman (UNMUL), Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur, M.Si., IPU., ASEAN Eng, mengungkapkan bahwa bulan Ramadan merupakan kesempatan bagi setiap individu untuk kembali ke fitrah dan memperbaiki diri.

Menurutnya, Ramadan terbagi dalam tiga fase, yakni sepuluh hari pertama yang penuh rahmat, sepuluh hari kedua yang penuh ampunan, dan sepuluh hari ketiga yang menjadi waktu pembebasan dari api neraka.

“Melalui ibadah yang Kita sempurnakan selama bulan Ramadan, diharapkan Kita dapat kembali suci dan siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dengan niat yang tulus,” ujar Abdunnur Selasa (1/4/2025).

Dia juga menambahkan bahwa, introspeksi diri sangat penting untuk memastikan peningkatan kualitas hidup pasca-Ramadan.

Selain refleksi diri, momentum Idulfitri kali ini juga menjadi momen penting bagi dunia pendidikan di Kalimantan Timur.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memperkenalkan program pendidikan baru bertajuk “Gratis Pool”, yang dirancang untuk mempermudah akses pendidikan tinggi, terutama bagi mahasiswa di Universitas Mulawarman.

Program ini, merupakan salah satu upaya yang digagas oleh Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji, dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di provinsi ini.

Abdunnur menjelaskan bahwa Pemprov Kaltim telah menyiapkan sejumlah data yang mencakup program studi berakreditasi unggul, serta daftar mahasiswa dan dosen yang memenuhi syarat untuk mendapatkan manfaat dari program ini.

“Dengan adanya program ini, Kami berharap dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan tenaga pengajar untuk melanjutkan studi mereka ke jenjang yang lebih tinggi,” jelasnya.

Saat ini, UNMUL memiliki 60 program studi di jenjang S1, dengan lebih dari separuh program studi tersebut terakreditasi unggul.

Program “Gratis Pool” akan memberikan prioritas kepada mahasiswa dan dosen dari program studi unggul tersebut, terutama bagi mereka yang berniat melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.

Abdunnur juga menjelaskan bahwa kuota penerima bantuan dari program ini akan disesuaikan dengan jumlah mahasiswa di setiap program studi.

Salah satu syarat yang perlu dipenuhi adalah penerima tidak boleh menerima bantuan lain yang bersifat ganda, seperti KIP-Kuliah atau CSR perusahaan.

Menanggapi langkah Pemprov Kaltim, Abdunnur menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap perhatian yang diberikan oleh pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan.

Ia berharap bahwa ke depan, program ini dapat diperluas untuk mencakup mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di luar Kaltim, khususnya di bidang ilmu yang belum tersedia di daerah tersebut.

Namun, meskipun program ini disambut dengan antusias, muncul beberapa pertanyaan terkait kelanjutan program beasiswa lainnya, seperti Kaltim Tuntas.

Abdunnur berharap Pemprov Kaltim dapat merancang skema khusus untuk program studi yang belum memiliki akreditasi unggul agar mereka tetap mendapatkan akses terhadap bantuan pendidikan.

Saat ini, sekitar 1.500 hingga 2.000 mahasiswa baru di UNMUL telah menerima bantuan KIP-Kuliah dari pemerintah pusat. Dengan adanya program “Gratis Pool”, diharapkan lebih banyak lagi masyarakat Kaltim, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu, dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.

“Semoga dengan adanya program ini, pendidikan di Kalimantan Timur akan lebih merata, dan kualitas sumber daya manusia di daerah ini dapat meningkat secara signifikan, dan ini sejalan dengan visi kita menuju Generasi Emas 2045,” pungkas Abdunnur.

Dengan demikian, program ini diharapkan dapat memberi dampak positif dalam upaya memajukan pendidikan dan mencetak generasi penerus yang lebih kompeten di Kalimantan Timur.

Penulis: Andi Isnar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *