Diskominfo Kutim

Regenerasi ASN Menjadi Tantangan, BKPSDM Kutim Siapkan Strategi Penguatan Kader Muda.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

SANGATTA, literasikaltim.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) menghadapi tantangan regenerasi aparatur seiring meningkatnya jumlah ASN yang memasuki masa pensiun dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi ini terjadi pada banyak formasi, terutama pendidikan, kesehatan, dan pelayanan teknis di OPD.

BKPSDM Kutim pun menyiapkan strategi jangka panjang, untuk memastikan kebutuhan aparatur tetap terpenuhi.

Data BKPSDM menunjukkan bahwa lebih dari 700 ASN diproyeksikan pensiun hingga 2027, dan angka tersebut menuntut Pemerintah Daerah menyiapkan sumber daya manusia baru, agar pelayanan publik tidak terganggu.

Untuk itu, BKPSDM mulai memperkuat penyusunan formasi CPNS dan PPPK berbasis analisis jabatan yang akurat.

Kepala BKPSDM Kutim, Misliansyah, menyebut regenerasi ASN bukan semata soal jumlah, tetapi juga kesiapan kompetensi.

“Banyak ASN senior yang akan pensiun, dan Kita tidak bisa hanya mengganti jumlahnya saja. Kader muda harus disiapkan dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan pelayanan masyarakat,” ujar Misliansyah, Rabu (12/11/2025).

Ia mengatakan, pembinaan ASN muda telah disiapkan melalui program orientasi, pengawasan kedisiplinan, penilaian kinerja berbasis indikator yang lebih rinci, serta pembinaan karakter pelayanan publik.

Selain itu, BKPSDM mulai mendorong digitalisasi untuk memudahkan ASN muda bekerja secara efektif.

Sementara untuk penempatan, prioritas akan diberikan pada sektor pelayanan dasar dan wilayah yang masih kekurangan tenaga aparatur.

Sejumlah OPD mengaku sudah merasakan kekurangan tenaga akibat gelombang pensiun, dan bahkan beberapa sekolah dan puskesmas sudah meminta penambahan tenaga sejak awal tahun.

Misliansyah memastikan semua usulan OPD, akan dipetakan secara menyeluruh sebelum disampaikan ke Pemerintah Pusat.

“Kami ingin formasi yang diajukan benar-benar sesuai kebutuhan nyata di lapangan. Regenerasi harus berjalan terarah, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.

“Regenerasi ASN adalah kunci menjaga keberlanjutan pelayanan publik, dan Kami berkomitmen menyiapkan kader muda yang profesional, berintegritas, dan siap menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (Adv-Diskominfo Kutim/AI)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0878-8345-4028

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *