Diskominfo Kutim

Proyek 50 Km Sangatta–Rantau Pulung Gunakan Skema Multi-Year, Pemerintah Pastikan Tetap Tepat Waktu

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

SANGATTA, literasikaltim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dasar yang menjadi jalur penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi.

Salah satu agenda strategis yang sedang disiapkan, adalah peningkatan jalan Sangatta–Rantau Pulung dengan total panjang mencapai kurang lebih 50 kilometer.

Proyek tersebut dipastikan tidak akan dilaksanakan dalam satu tahun anggaran, dan Pemerintah memilih skema multi-year contract, sebagai langkah yang dianggap paling tepat untuk menjaga efektivitas pembangunan sekaligus efisiensi penggunaan anggaran daerah.

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menjelaskan bahwa pelaksanaan proyek skala besar dalam satu tahun justru menimbulkan sejumlah konsekuensi administratif.

Salah satunya adalah, proses lelang yang harus dilakukan berulang kali sehingga memperpanjang jalur birokrasi dan berpotensi menghambat tahapan pembangunan.

“Kalau proyek sepanjang itu dipaksakan selesai dalam setahun, maka proses penganggaran hingga lelang harus dibuka berkali-kali. Itu tidak efisien dan menyulitkan pelaksanaan di lapangan,” kata Mahyunadi.

Dengan pola multi-tahun, Pemerintah dapat membagi kebutuhan anggaran secara bertahap sesuai kemampuan kas daerah.

Langkah ini dinilai lebih aman dan stabil, mengingat pembangunan jalan bukan hanya soal pengaspalan, tetapi juga persiapan dasar seperti perataan struktur tanah, peningkatan badan jalan, hingga penguatan titik rawan kerusakan.

“Pembangunan multi-tahun memungkinkan pekerjaan selesai dengan kualitas yang baik karena tidak dikerjakan secara terburu-buru, dan pengawasan juga bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa strategi ini tidak berarti memperlambat pembangunan, dan sebaliknya, Pemerintah ingin memastikan seluruh kegiatan infrastruktur berjalan lebih terarah, agar manfaatnya tepat sasaran dan dapat dirasakan masyarakat secara bertahap setiap tahun.

Selain jalan Sangatta–Rantau Pulung, sejumlah proyek prioritas lainnya juga akan menerapkan metode serupa.

Pemerintah berharap keberlanjutan pembangunan ini menjadi fondasi penguatan ekonomi daerah, terutama untuk wilayah-wilayah yang tengah berkembang.

“Yang kita dorong itu pembangunan yang efektif, efisien, dan tetap berkualitas, dan dengan sistem multi-tahun, infrastruktur bisa dituntaskan tanpa membebani anggaran daerah secara tiba-tiba. Kita optimis semua berjalan sesuai target,” tandasnya. (Adv-Diskominfo Kutim/AI)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0878-8345-4028

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *