![]()
SAMARINDA, literasikaltim.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) resmi meluncurkan fasilitas podcast demokrasi yang diharapkan menjadi sarana edukasi politik bagi masyarakat.
Peresmian podcast tersebut berlangsung di Ruang Pintar KPU Kaltim, Sabtu (7/3/2026), dan dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama jajaran penyelenggara pemilu di daerah.
Peresmian dilakukan langsung oleh Mochammad Afifuddin selaku Ketua KPU Republik Indonesia (RI), dan disaksikan oleh seluruh komisioner KPU Provinsi Kaltim serta perwakilan KPU Kabupaten dan Kota se-Kaltim.
Kegiatan tersebut, menjadi bagian dari upaya KPU untuk memperkuat literasi demokrasi, sekaligus memanfaatkan media digital sebagai sarana sosialisasi kepemiluan kepada masyarakat.
Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kaltim, Asmadi, menjelaskan bahwa podcast ini dihadirkan sebagai wadah komunikasi publik yang dapat menjangkau berbagai kalangan, baik pemilih, peserta pemilu, maupun penyelenggara pemilu.
“Podcast ini, bagi Kami di KPU Provinsi Kaltim menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas dan literasi demokrasi, baik bagi pemilih, peserta pemilu maupun penyelenggara,” ujarnya.
Menurut Asmadi, keberadaan podcast juga menjadi media strategis untuk menyampaikan berbagai informasi terkait tugas dan peran KPU, termasuk aktivitas lembaga tersebut setelah penyelenggaraan pemilu selesai.
Ia menilai, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui secara utuh fungsi KPU di luar tahapan pemilu.
Melalui podcast, KPU berharap dapat memberikan pemahaman yang lebih luas secara efektif dan efisien.
“Dengan media seperti ini, Kita bisa menjelaskan kepada masyarakat apa saja tugas KPU, setelah pemilu, dan ini juga menjadi cara yang lebih efisien untuk menyampaikan informasi kepada publik,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Ketua KPU RI juga menekankan tiga fokus utama tugas KPU, sebagaimana tercantum dalam program legislasi nasional (Prolegnas).
Ketiga hal tersebut, meliputi penguatan sosialisasi dan pendidikan politik kepada masyarakat, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, serta peningkatan infrastruktur kelembagaan termasuk infrastruktur digital.
Asmadi menambahkan, podcast ini akan menjadi salah satu bagian dari penguatan infrastruktur digital KPU dalam menghadapi agenda demokrasi ke depan, termasuk Pemilu 2029.
Konten podcast nantinya akan dipublikasikan melalui platform digital seperti YouTube, dan dapat menghadirkan berbagai narasumber dari beragam kalangan, mulai dari penyelenggara pemilu, akademisi, organisasi masyarakat, pemuda hingga tokoh pemerintahan.
“Ke depan tidak hanya membahas pemilu, tapi juga bisa menghadirkan diskusi dengan masyarakat, LSM, pemuda bahkan tokoh pemerintahan. Yang penting sarana dan prasarana sudah siap,” katanya.
Selain sebagai sarana edukasi publik, KPU Kaltim juga membuka ruang bagi mahasiswa dan organisasi masyarakat, yang ingin memanfaatkan fasilitas KPU untuk kegiatan diskusi, debat publik, maupun kegiatan edukasi demokrasi.
Menurut Asmadi, langkah tersebut merupakan bagian dari pendekatan KPU kepada masyarakat, agar semakin mengenal lembaga penyelenggara pemilu tersebut.
“Kalau mahasiswa atau organisasi ingin menggunakan tempat untuk diskusi atau kegiatan, silakan bersurat, dan Kami siap memfasilitasi karena ini bagian dari pendekatan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Usai peresmian podcast, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama serta sholat berjamaah, antara pimpinan KPU RI, jajaran KPU Kaltim, serta komisioner KPU kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur dalam suasana Ramadan yang penuh kebersamaan.
Penulis: Andi Isnar













