H. Andi Harun: Pembangunan Sekolah Rakyat Jadi Model Pendidikan Inklusif Bagi Daerah Lain, Kurangi Anak Putus Sekolah.
SAMARINDA, literasikaltim.com – Dalam upaya mendukung program pendidikan dari Kementerian Sosial (Kemensos), Pemerintah Kota Samarinda menunjukkan keseriusannya dengan menyiapkan lahan yang cukup luas untuk pembangunan Sekolah Rakyat berasrama (boarding school).
Lahan yang disiapkan seluas 5 hingga 7 hektare ini terletak di kawasan strategis Palaran, sekitar Stadion Palaran, dan akan digunakan untuk membangun sekolah yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Usai kegiatan buka bersama dengan para Jurnalis Samarinda, Wali Kota Samarinda, H. Andi Harun, menyampaikan bahwa Pemkot Samarinda langsung merespons permintaan dari Kemensos setelah menerima surat resmi yang menginstruksikan percepatan proses administrasi untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
“Surat tersebut, memberikan tenggat waktu hingga 21 Maret 2024 untuk menyelesaikan persyaratan yang diperlukan,” lanjut Wali Kota Samarinda, saat diwawancarai di Kantor Pemkot Samarinda, Kamis malam (27/3/2025).
“Segera setelah Kami menerima surat tersebut, Kami melakukan koordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), dan dalam waktu yang sangat singkat, seluruh persyaratan administrasi dapat Kami penuhi,” ungkap H. Andi Harun
Pemkot Samarinda memilih lahan yang berada di kawasan Palaran karena dinilai sangat strategis. Selain luas dan mudah dijangkau, lokasi ini juga dekat dengan berbagai infrastruktur penting, termasuk Stadion Palaran dan akses transportasi yang memadai.
Di area ini, Pemkot Samarinda juga masih memiliki cadangan tanah hingga 30 hektare, sehingga memudahkan pengembangan fasilitas pendidikan yang lebih lengkap di masa depan.

H. Asli Nuryadin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, menambahkan bahwa meskipun pengiriman dokumen administrasi ke Jakarta sempat tertunda akibat kehabisan tiket pesawat, akhirnya dokumen yang diperlukan berhasil dikirim melalui kurir ekspres. Kemensos pun telah mengonfirmasi penerimaannya.
“Meskipun Kami menghadapi sedikit kendala teknis dalam pengiriman, Kami tetap memastikan dokumen tersebut sampai tepat waktu dan telah diterima oleh pihak Kemensos,” ujar H. Asli Nuryadin.
Kemensos dijadwalkan untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada 11 April 2024. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh persyaratan administratif dan teknis telah terpenuhi sebelum pembangunan dimulai.
Jika semua berjalan lancar, pembangunan Sekolah Rakyat ini akan dilaksanakan dengan dana sekitar Rp200 miliar yang berasal dari anggaran Kemensos.
Sekolah Rakyat yang akan dibangun ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pendidikan, tetapi juga akan menyediakan fasilitas asrama lengkap dengan sistem pendidikan modern dan kurikulum terpadu.
Tujuan utama dari proyek ini, adalah untuk memberikan kesempatan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Samarinda.
Dalam tahap awal, sekolah ini akan menerima 75 siswa untuk jenjang SMP dan 150 siswa untuk jenjang SD, dengan fokus pada anak-anak yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Keunggulan dari proyek Sekolah Rakyat di Samarinda ini adalah Pemkot menyediakan lahan yang jauh lebih luas dibandingkan dengan daerah lain, yang umumnya hanya menyediakan lahan seluas 1-2 hektare.
Pemilihan lahan yang lebih besar ini, akan mendukung pembangunan fasilitas yang lebih lengkap dan nyaman bagi para siswa.
“Kami optimis bahwa dengan luas lahan yang lebih besar, fasilitas pendidikan yang Kami bangun akan jauh lebih lengkap, yang tentu saja akan mendukung kegiatan belajar-mengajar dengan lebih maksimal,” terang H. Asli Nuryadin.
Selain itu, Wali Kota Samarinda H. Andi Harun juga menjelaskan bahwa seluruh biaya pembangunan dan operasional sekolah ini akan sepenuhnya dibiayai oleh Kemensos, termasuk fasilitas fisik dan sumber daya manusia, seperti tenaga pengajar.
Pemkot Samarinda berperan sebagai penyedia lahan dan pengurus administrasi yang diperlukan untuk kelancaran proyek ini.
“Sekolah ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak di Samarinda, tetapi juga menjadi model pendidikan inklusif yang bisa diterapkan di daerah lain di Indonesia, terutama untuk anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi,” tambah H. Andi Harun.
Setelah proses verifikasi berjalan lancar, Pemkot Samarinda dan Kemensos berencana untuk menandatangani Kerja Sama (PKS) pada pertengahan April 2024 di Jakarta.
Penandatanganan ini, akan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah pusat, dan menjadi langkah resmi dimulainya pembangunan Sekolah Rakyat di Samarinda.
Langkah Pemkot Samarinda dalam menyukseskan program ini, mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, terutama di sektor pendidikan.
Banyak pihak berharap, pembangunan Sekolah Rakyat ini akan membuka lebih banyak peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas, sekaligus berkontribusi pada pengurangan angka putus sekolah di daerah.
Penulis: Andi Isnar