Diskominfo Kutim

Pameran Miniatur Sejarah Nabi & Rasul Kutai Timur Berakhir, Disdikbud Apresiasi Antusias Masyarakat

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

SANGATTA, literasikaltim.com – Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur resmi menutup kegiatan “Pameran Miniatur Sejarah Nabi & Rasul yakni Jejak Kebudayaan Islam dari Nabi hingga Kebudayaan Islam Kutai Timur” yang digelar sejak 16 hingga 22 November 2025 di Masjid Agung Al-Faruq, Sangatta Utara.

Penutupan kegiatan pada Sabtu (22/11/2025) itu sekaligus dirangkai dengan penyerahan penghargaan bagi para pemenang lomba yang telah berlangsung selama sepekan.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, yang hadir mewakili Bupati Kutim, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang disebut mencapai lebih dari 7.502 pengunjung hingga sehari sebelum penutupan.

Angka itu dinilai menunjukkan bahwa, minat masyarakat terhadap sejarah dan syiar Islam semakin tinggi di Kutai Timur.

“Ini menunjukkan bahwasanya minat masyarakat Kutai Timur, untuk melihat syiar Islam begitu tinggi,” ucapnya.

“Hal ini menjadi momentum, agar kegiatan seperti ini dapat kembali Kita laksanakan, dengan konsep yang lebih menarik,” ujar Mulyono.

Mulyono menjelaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan ruang edukasi kepada masyarakat, terutama pelajar, mengenai perjalanan sejarah Islam dari tanah Arab hingga masuk ke kawasan Nusantara, termasuk Kutai Timur.

“Tidak banyak orang yang tahu bagaimana sejarah Islam sampai ke Kutai Timur, dan ini saatnya anak-anak Kita mengetahui jejak itu, mulai dari Mekah hingga sampai ke wilayah timur Indonesia,” jelasnya.

Pameran tersebut menampilkan berbagai miniatur sejarah, termasuk miniatur kelahiran Nabi, perjalanan Nabi dan Rasul, hingga artefak visual terkait tokoh-tokoh dalam sejarah Islam, yang menurutnya mampu memberikan gambaran konkret bagi siswa.

Ia juga menyinggung rencana pengembangan media pembelajaran lebih menarik di masa depan, seperti buku kartun atau animasi sejarah Islam di Kutim, agar mudah dipahami anak-anak.

Selain pameran, kegiatan juga diisi berbagai lomba bertema Islam seperti:

  • Lomba mendongeng kisah Nabi
  • Lomba kasidah
  • Lomba hapsi
  • Lomba-lomba lain yang berkaitan dengan seni budaya Islam

Penampilan para peserta terbaik ditampilkan pada malam penutupan, dan salah satunya, penampilan hapsi yang disebut Mulyono memberikan warna tersendiri dalam acara.

Ia menambahkan bahwa tahun depan jumlah kategori lomba akan diperbanyak, serta dibuka untuk peserta putra dan putri.

Dalam kesempatan itu, Mulyono mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, pengurus Masjid Agung Al-Faruq, serta semua pihak yang mendukung kelancaran kegiatan.

Ia juga menyampaikan bahwa, sebagian peralatan pameran akan diatur agar nantinya dapat menjadi aset masjid, sehingga dapat dimanfaatkan kembali dalam kegiatan edukasi keagamaan.

Ia pun tidak lupa meminta maaf apabila selama pelaksanaan terdapat kekurangan, dan memastikan evaluasi akan dilakukan, agar kegiatan serupa dapat digelar lebih baik di tahun berikutnya.

“Insyaallah apa yang Kita kerjakan ini, tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat, tetapi juga menjadi amal ibadah bagi Kita semua,” ungkapnya.

“Terima kasih kepada seluruh peserta dan masyarakat, yang telah meramaikan kegiatan ini,” tutupnya. (Adv/Diskominfo Kutim/AI).

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0878-8345-4028

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *