Diskominfo Kutim

Orado Resmi Terbentuk di Kaltim, Berbeda dari Pordi, Orado Kaltim Usung Sistem Domino Berstandar Baru.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

SAMARINDA, literasikaltim.com – Organisasi Olahraga Domino Indonesia (Orado) resmi dideklarasikan secara nasional pada 13 Januari 2026 dan kini telah terbentuk di 38 provinsi di Indonesia.

Di Kalimantan Timur (Kaltim), kepengurusan Orado tingkat provinsi juga telah terbentuk bersamaan dengan deklarasi Nasional tersebut.

Bendahara Umum Orado Pemprov Kalimantan Timur, H. Andi Saharuddin, menjelaskan bahwa Orado sejatinya bukan organisasi baru, namun baru dideklarasikan secara resmi sebagai wadah olahraga domino, dengan sistem dan regulasi yang berbeda dari organisasi domino yang telah ada sebelumnya.

“Orado itu sebenarnya sudah lama ada, hanya saja deklarasinya baru dilaksanakan pada 13 Januari 2026. Saat ini sudah terbentuk di 38 provinsi, termasuk Provinsi Kaltim,” kata Andi Saharuddin, saat diwawancarai, di ruang kerjanya, Rabu (4/2/2026).

Di Kaltim sendiri, Orado dipimpin oleh H. Awaluddin sebagai Ketua, Nurhalil sebagai Sekretaris, dan H. Andi Saharuddin sebagai Bendahara Umum.

Pembentukan kepengurusan tersebut, dilakukan secara serentak bersamaan dengan deklarasi nasional.

Ia menjelaskan, Orado memiliki perbedaan mendasar dengan Persatuan Olahraga Domino Indonesia (Pordi), terutama dari sisi teknis permainan, aturan pertandingan, hingga alat yang digunakan.

Menurutnya, perbedaan antara kedua organisasi tersebut bahkan bisa dikatakan sangat signifikan.

“Kalau Pordi menggunakan sistem poin rally 7 dan memakai kertas, Orado menggunakan sistem 101 poin dan memakai batu,” jelasnya.

“Sedangkan teknis pelaksanaan, cara bermain, hingga alat peraganya sangat berbeda. Bisa dibilang aturannya 90 derajat berbeda,” sambungnya.

H. Andi Saharuddin menegaskan bahwa, kehadiran Orado bukan dimaksudkan untuk menciptakan dualisme dalam olahraga domino.

Justru, Orado memiliki tujuan jangka panjang agar domino dapat diakui sebagai cabang olahraga resmi dan masuk ke dalam naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Harapan Kami tidak ada dualisme, dan Tagline Kami itu ‘next class’, artinya domino ke depan harus naik kelas,” tuturnya.

“Targetnya jelas, domino bisa masuk KONI agar pembinaan atlet bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, saat ini baik Orado maupun Pordi sama-sama belum masuk sebagai anggota KONI.

Padahal, Pordi sendiri telah berdiri sekitar enam tahun, namun hingga kini belum juga masuk dalam struktur KONI.

“Ini yang menjadi perhatian. Sementara Orado yang baru saja deklarasi sudah membentuk kepengurusan di 38 provinsi dan melakukan deklarasi besar-besaran di Jakarta,” tambahnya.

Terkait pengembangan organisasi di daerah, Orado Pemprov Kaltim telah membentuk 8 Pengurus Cabang (Pencab) di Kabupaten dan Kota.

Seluruh Pencab tersebut, telah memiliki struktur kepengurusan lengkap.

Rencananya, Orado Kaltim akan melaksanakan pelantikan Pencab, rapat kerja wilayah (rekarwil), serta pelatihan dan penataran wasit (TOT).

Namun agenda tersebut, sementara ditunda karena bertepatan dengan bulan Ramadan dan sejumlah agenda organisasi lainnya.

“Rencananya kegiatan itu dilaksanakan bulan ini, tetapi karena Ramadan dan ada kegiatan organisasi lain, kemungkinan besar dilaksanakan setelah Ramadan. Minimal ada kejuaraan tingkat Provinsi sebagai awal kegiatan Orado di Kaltim,” ujarnya.

Ke depan, H. Andi Saharuddin berharap Orado dapat menjadi wadah pembinaan atlet domino yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, sehingga olahraga domino tidak hanya berkembang secara komunitas, tetapi juga memiliki jalur prestasi yang jelas.

“Tujuan Orado satu, yaitu agar domino masuk KONI, dan jangan sampai domino hanya dimainkan di gardu-gardu tanpa ada pembinaan atlet. Kita ingin ada masa depan bagi atlet domino Indonesia,” pungkasnya.

Penulis: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0878-8345-4028

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *