![]()
SAMARINDA, literasikaltim.com – Tingkat hunian kamar atau okupansi di Midtown Hotel Samarinda, mulai menunjukkan tren pemulihan selama Ramadan 2026.
Memasuki pertengahan hingga akhir bulan suci, okupansi hotel tersebut tercatat telah menembus angka di atas 50 persen.
Meski demikian, pelaku industri perhotelan masih menghadapi tantangan dari kebijakan efisiensi anggaran nasional m, yang berdampak pada berkurangnya aktivitas pertemuan dan kegiatan berskala besar, khususnya di fasilitas ballroom hotel.
Public Relation Midtown Hotel Samarinda, Maulana, mengatakan capaian okupansi tersebut merupakan perkembangan yang cukup positif di tengah dinamika ekonomi global yang sedang bergejolak.
Ia menjelaskan bahwa pada awal Ramadan 2026 inj, tingkat hunian sempat melandai seiring perubahan pola aktivitas masyarakat, yang lebih banyak berfokus pada ibadah dan kegiatan keluarga di rumah.
“Memasuki pertengahan Ramadan, okupansi mulai stabil kembali di atas 50 persen, dan ini tentu menjadi capaian yang cukup baik dalam kondisi ekonomi yang juga tidak sepenuhnya stabil,” ujar Maulana saat ditemui di Midtown Hotel Samarinda, belum lama ini.
Namun demikian, ia mengakui bahwa aktivitas kegiatan di ballroom hotel mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode dua tahun sebelumnya. Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan sejumlah instansi pemerintah dan perusahaan turut mempengaruhi frekuensi penyelenggaraan acara.
“Acara-acara di ballroom Kita, tidak seramai tahun 2024, di mana saat itu efisiensi belum terlalu terasa,” ucapnya.
“Dan, di pertengahan 2025 sudah mulai goyang, dan di tahun 2026 ini juga terasa dampaknya,” jelasnya.
Dampak efisiensi tersebut juga, terlihat pada tradisi buka puasa bersama (bukber).
Meski restoran hotel tetap ramai dikunjungi masyarakat, jumlah peserta kegiatan bukber tidak sepadat tahun sebelumnya.
Untuk menjaga minat pengunjung, manajemen hotel melakukan sejumlah inovasi, salah satunya dengan menghadirkan hadiah utama atau doorprize yang berbeda dari tahun sebelumnya.

“Dalam dua tahun terakhir Kita mengadakan doorprize. Kalau tahun lalu hadiahnya sepeda listrik, tahun ini kita menghadirkan perabotan rumah tangga seperti kulkas, mesin cuci, dan lainnya,” tambah Maulana.
Di sisi layanan akomodasi, manajemen hotel juga menawarkan paket promo bertajuk “Berkah Ramadan” dengan harga Rp645.000 net per malam yang berlaku selama Februari hingga Maret 2026.
Paket tersebut, sudah termasuk sarapan atau sahur untuk dua orang, akses fasilitas kebugaran, serta peningkatan kecepatan internet di dalam kamar.
Sementara untuk layanan kuliner, hotel tersebut menghadirkan rotasi menu khas Nusantara dan Timur Tengah setiap hari.
Sejumlah hidangan seperti Gulai Kambing, Tongseng, hingga Sop Kambing disajikan secara bergantian dengan mengusung tema kuliner dari berbagai daerah, mulai dari Kalimantan, Jawa Barat hingga Sulawesi.
Paket buka puasa bersama ditawarkan dengan harga Rp185.000 net per orang untuk dewasa, sementara anak-anak usia 1 hingga 7 tahun mendapatkan kebijakan harga khusus.
Menatap peluang pasar setelah Idulfitri, manajemen hotel kini tengah menyiapkan program promosi baru bertema “Halal Bihalal”, yang direncanakan diluncurkan dalam waktu dekat, dan berlaku hingga akhir April 2026.
“Harapannya, promo ini bisa menjaga momentum okupansi kamar, sekaligus meningkatkan aktivitas pertemuan di hotel setelah momen Lebaran selesai,” pungkas Maulana.
Penulis: Andi Isnar













