![]()
SAMARINDA, literasikaltim.com — Organisasi Olahraga Domino (Orado) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menyiapkan langkah strategis, untuk menjaring atlet domino potensial melalui pelaksanaan Kejuaraan Cabang (Kejurcab) di sejumlah daerah.
Kegiatan ini, akan digelar di 10 kabupaten dan kota se-Kaltim, sebagai tahapan awal menuju Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Domino Kaltim 2026.
Ketua Orado Kaltim, H. Muhammad Awaluddin, menjelaskan bahwa pelaksanaan Kejurcab sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing pengurus daerah.
Meski demikian, seluruh rangkaian kejuaraan di tingkat Kabupaten dan Kota, harus diselesaikan sebelum Kejurprov dilaksanakan.
“Pelaksanaan Kejurcab, Kami serahkan kepada masing-masing Kabupaten dan Kota, dan yang terpenting, seluruh rangkaian kejuaraan tersebut sudah rampung sebelum Kejurprov digelar,” ujarnya melalui pesan WhatsApp ke media ini, Minggu (15/3/2026) malam.
Melalui Kejurcab tersebut, setiap daerah akan melakukan penjaringan atlet domino terbaik untuk melaju ke tingkat Provinsi.
Dalam setiap daerah, panitia akan menyeleksi dua pasangan juara dari dua kategori yang dipertandingkan.
Adapun kategori yang dilombakan terdiri dari kategori junior bagi peserta berusia 14 hingga 18 tahun serta kategori senior untuk peserta berusia 18 tahun ke atas.
Para pasangan juara dari masing-masing daerah inilah, yang nantinya akan bertanding kembali pada ajang Kejuaraan Provinsi Domino Kaltim.
Rencananya, Kejurprov Domino Kaltim akan digelar pada 4–5 April 2026 di Gedung Korem, Samarinda.
Ajang ini, menjadi tahap seleksi penting bagi Orado Kaltim untuk menentukan atlet-atlet yang akan mewakili provinsi pada tingkat nasional.

Awaluddin menuturkan, Kejurprov tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk menemukan bibit-bibit atlet domino berbakat yang siap bersaing di tingkat lebih tinggi.
“Atlet yang tampil di Kejurprov nantinya akan diseleksi kembali, untuk mengikuti Kejuaraan Nasional Domino, yang dijadwalkan berlangsung di Bogor pada 24 hingga 26 April mendatang,” jelasnya.
Dalam Kejuaraan Nasional tersebut, mekanisme seleksi tetap mengacu pada dua kategori yang sama, yakni junior dan senior.
Dari masing-masing kategori, akan dipilih dua pasangan terbaik yang berhak mewakili Kaltim.
Orado Kaltim, lanjut Awaluddin, berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada atlet yang berhasil lolos seleksi hingga tingkat nasional.
“Seluruh biaya bagi atlet yang terpilih dan mewakili Kaltim, pada Kejurnas akan ditanggung oleh Orado,” tegasnya.
Selain kategori utama yang menjadi jalur seleksi menuju Kejuaraan Nasional, pada Kejurprov Kaltim juga akan dibuka kelas tambahan berupa open turnamen, yang dapat diikuti oleh peserta umum.
Kendati demikian, kelas open tersebut tidak masuk dalam skema penjaringan atlet yang akan diberangkatkan ke ajang nasional.
“Kelas open turnamen ini hanya untuk meramaikan kompetisi sekaligus memberi ruang bagi masyarakat yang ingin ikut bertanding, namun tidak menjadi bagian dari seleksi atlet menuju Kejurnas,” pungkas Awaluddin.
Penulis: Andi Isnar













