Diskominfo Kutim

Kualitas Air Sungai Mahakam Menurun, Layanan Air Bersih di Samarinda Sempat Terganggu.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

Perumda Tirta Kencana Samarinda Minta Maaf Kepada Pelanggan, Tim Teknis Lakukan Penanganan dan Pemantauan Kondisi Air Baku.

SAMARINDA, literasikaltim.com — Sejumlah pelanggan air bersih di beberapa wilayah Kota Samarinda dalam beberapa hari terakhir mengeluhkan gangguan layanan yang ditandai dengan air keruh hingga tidak mengalir.

Kondisi tersebut, diakui oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kencana Samarinda dan saat ini tengah dalam penanganan.

Asisten Manajer Humas Khaidir Fadly menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat gangguan tersebut.

Menurutnya, perusahaan telah menerima sejumlah laporan terkait kondisi air yang keruh dengan tingkat kekeruhan cukup tinggi, bahkan di beberapa titik aliran air sempat tidak mengalir.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi, khususnya di wilayah yang mengalami air keruh dengan tingkat kekeruhan tinggi, bahkan ada yang tidak mengalir,” ujarnya, melalui keterangan tertulis ke media ini, Kamis (29/1/2026) malam.

Khaidir menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan tim teknis di lapangan, gangguan layanan tersebut dipicu oleh penurunan kualitas air baku yang bersumber dari Sungai Mahakam.

Perubahan kondisi air sungai itu, dikenal dengan istilah bangai, yakni perubahan warna air yang biasanya keruh menjadi merah kecokelatan.

Fenomena tersebut, merupakan kondisi musiman yang kerap terjadi dan berdampak langsung terhadap proses pengolahan air bersih di instalasi milik perusahaan daerah tersebut.

“Bangai ini menyebabkan kualitas air baku menurun, dan air yang biasanya hanya sedikit keruh berubah menjadi merah kecokelatan, sehingga memengaruhi proses pengolahan air di instalasi Kami,” jelasnya.

Kondisi air baku yang mengalami perubahan signifikan, membuat proses pengolahan menjadi lebih sulit dibandingkan kondisi normal.

Hal ini turut berdampak pada produksi air bersih, yang harus disesuaikan agar kualitas air tetap memenuhi standar.

Sebagai langkah penanganan, Perumda Tirta Kencana telah melakukan sejumlah penyesuaian operasional di instalasi pengolahan air.

Di antaranya dengan menambah bahan kimia aditif, pada proses pengolahan guna menurunkan tingkat kekeruhan air.

Selain itu, perusahaan juga terpaksa mengurangi kapasitas produksi air bersih untuk sementara waktu, karena kondisi air bangai lebih sulit diolah dibandingkan air baku dalam kondisi normal.

Khaidir menegaskan, tim teknis Perumda Tirta Kencana, terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi air baku dari Sungai Mahakam, sekaligus menyesuaikan proses pengolahan agar pelayanan kepada pelanggan, dapat segera kembali normal.

“Kami terus memantau kondisi air baku secara intensif, dan melakukan penyesuaian operasional hingga kualitas air sungai kembali membaik,” katanya.

Ia juga berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang terjadi, mengingat fenomena bangai merupakan faktor alam yang cukup memengaruhi proses produksi air bersih.

“Kami mohon pengertian dari seluruh pelanggan. Tim teknis Kami terus bekerja secara maksimal, sehingga pelayanan air bersih bisa segera kembali seperti sediakala,” pungkasnya.

Penulis: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0878-8345-4028

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *