![]()
Abdunnur: Sinergi dengan Komisi X dan Kemendiktisaintek Perkuat Transformasi Unmul ke Level Lebih Maju.
SAMARINDA, literasikaltim.com – Upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi kembali menjadi sorotan Komisi X DPR RI. Dalam kunjungan kerja dan dialog bersama civitas akademika Universitas Mulawarman (Unmul), Jumat (5/12/2025).
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menegaskan bahwa, isu kesejahteraan dosen merupakan prioritas utama dalam pembahasan anggaran dan legislasi pendidikan nasional.
Hetifah menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi dosen di Indonesia yang menurut data masih jauh dari ideal.
“Sangat ironis ketika Kita menuntut kualitas tinggi, namun 42 persen dosen kita masih bergaji di bawah Rp3 juta per bulan,” ujarnya di hadapan para dosen dan pimpinan Unmul.
Ia menilai pendapatan tersebut tidak sebanding dengan tuntutan akademik, dan biaya hidup yang terus meningkat, sehingga berdampak langsung pada kualitas pengajaran dan riset.
Dalam kesempatan itu, Hetifah menegaskan bahwa RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) akan menjadi prioritas pembahasan tahun 2025.
Regulasi tersebut, dirancang sebagai payung hukum perlindungan hak finansial dan peningkatan profesionalisme dosen.
Salah satu poin krusial yang diusulkan adalah tunjangan profesi minimal satu kali gaji pokok bagi dosen negeri maupun swasta, serta tunjangan khusus bagi dosen yang bertugas di wilayah 3T.
Pemerintah melalui Kemendiktisaintek juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp61,87 triliun pada Tahun Anggaran 2026, untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di seluruh Indonesia.
Anggaran tersebut mencakup beasiswa afirmasi, program percepatan doktor (PMDSU), serta peningkatan kapasitas dosen untuk meningkatkan kualifikasi akademik tanpa terbebani biaya pendidikan.
Rektor Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur, M.Si., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah dan Komisi X terhadap peningkatan kualitas perguruan tinggi di daerah.
Ia menegaskan bahwa capaian akreditasi unggul yang baru diraih Unmul merupakan hasil sinergi seluruh elemen kampus, sekaligus menjadi momentum untuk mendorong kualitas riset dan pengajaran.
“Kami berterima kasih atas dukungan yang terus diberikan Bu Hetifah dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi di Kaltim,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Sumber Daya Kemendiktisaintek, Sri Suning Kusumawardani, menuturkan bahwa pihaknya tengah membenahi tata kelola penyaluran hak keuangan dosen agar lebih cepat, akurat, dan bebas hambatan birokrasi.
Menurutnya, sistem layanan administrasi kini telah terintegrasi untuk memastikan tunjangan tersalurkan tepat sasaran.
“Rata-rata validasi data mencapai 500 hingga 1.000 entri per hari. Kami percepat agar hak dosen tidak tertunda,” jelasnya.
Sri Suning menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dosen melalui pelatihan soft skills, hard skills, dan sertifikasi kompetensi yang menjadi syarat pencairan tunjangan profesi.
Ia juga mengingatkan pentingnya target kenaikan jabatan akademik, khususnya bagi dosen muda.
“Dosen didorong konsisten meneliti dan menyusun publikasi agar karier dan kesejahteraan meningkat secara beriringan,” tambahnya.

Hetifah menutup sesi dialog dengan menekankan bahwa, perbaikan pendidikan tinggi harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan.
Menurutnya, legislasi, anggaran, dan tata kelola harus berjalan seiring guna menghasilkan ekosistem pendidikan tinggi yang berkualitas dan menyejahterakan para pendidik.
“Sisdiknas yang baru akan memperkuat perlindungan finansial dan profesionalitas dosen, dan ini bagian dari komitmen kita memastikan pendidikan Indonesia semakin maju,” pungkasnya.
Penulis: Andi Isnar













