![]()
SAMARINDA, literasikaltim.com – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Kalimantan Timur mulai mematangkan persiapan Musyawarah Wilayah (Muswil) IX yang dijadwalkan berlangsung pada 2026 mendatang.
Tahapan awal tersebut ditandai dengan dibentuknya Tim Pra-Muswil (TPM) oleh Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Kaltim, sebagai upaya menghadirkan Muswil yang damai, bermartabat, serta berakar kuat pada nilai-nilai luhur budaya Bugis Makassar.
KKSS sebagai organisasi paguyuban diaspora Sulawesi Selatan di tanah rantau dipandang bukan sekadar wadah berhimpun, melainkan rumah besar yang menjaga ikatan persaudaraan warganya.
Semangat itu menjadi landasan utama BPW KKSS Kaltim dalam menyiapkan Muswil mendatang, agar proses regenerasi kepemimpinan berjalan sejuk dan berorientasi pada persatuan.
Sebagai langkah konkret, BPW KKSS Kaltim telah menerbitkan Surat Keputusan pembentukan Tim Pra-Muswil yang beranggotakan 11 orang.
Tim ini diamanahkan sebagai fasilitator netral, yang bertugas menyiapkan seluruh landasan dan mekanisme menuju Muswil IX KKSS Kaltim 2026.

Ketua TPM, Dr. H. Rusmania Yakub, menjelaskan bahwa sejak awal pihaknya menegaskan posisi TPM sebagai tim independen. TPM tidak berafiliasi dengan kandidat mana pun, melainkan hadir murni sebagai fasilitator demi suksesnya Muswil KKSS Kaltim.
“TPM hadir bukan sebagai tim sukses kandidat, tetapi sebagai tim sukses Muswil, dan tugas Kami adalah menggelar karpet merah persatuan, agar pemimpin yang terpilih nantinya berdiri di atas legitimasi moral yang kuat,” ujar Rusmania Yakub, disela kegiatan rapat kecil para sesepuh KKSS Kaltim, Rabu (17/12/2025) malam.
Dalam menjalankan mandatnya, TPM mengedepankan pendekatan kultural berbasis nilai Mepa Tabe atau Mapatabe, sebuah filosofi etika dalam budaya Bugis Makassar yang mengajarkan sikap santun, merendahkan ego, menghormati hierarki, serta memuliakan sesama.
Nilai tersebut, tidak sekadar dipahami sebagai basa-basi pergaulan, tetapi sebagai akar tradisi yang terpatri kuat dalam kehidupan sosial dan berorganisasi masyarakat Bugis Makassar.
Melalui ikhtiar Mapatabe, TPM berencana melakukan safari budaya untuk menjemput aspirasi dari tiga kelompok pemangku kepentingan utama di tubuh KKSS Kaltim, yakni Badan Pengurus Daerah (BPD), Pilar, dan organisasi otonom (Ortom).
Ketiga unsur ini dinilai sebagai denyut nadi organisasi, sehingga aspirasi mereka menjadi fondasi penting dalam menentukan arah kepemimpinan ke depan.
Selain itu, TPM juga akan melakukan kunjungan kepada para tokoh sesepuh KKSS guna meminta petuah dan nasihat.

Para sesepuh dipandang sebagai penjaga arah moral organisasi, sehingga pandangan mereka diharapkan menjadi bekal penting dalam menanamkan nilai Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakalebbi dalam seluruh proses Muswil.
Tak hanya itu, TPM juga membuka ruang dialog dengan kalangan akademisi. Pendekatan ini dilakukan untuk memperoleh pandangan objektif dalam merumuskan tata kelola organisasi yang modern, tanpa mencabut akar budaya yang telah menjadi identitas KKSS.
Melalui rangkaian ikhtiar tersebut, TPM berharap Muswil dapat menghasilkan pemimpin yang lahir dari aspirasi arus bawah dan diterima secara luas oleh seluruh elemen organisasi.
Rusmania Yakub menambahkan, KKSS sebagai organisasi paguyuban memiliki kekhasan tersendiri, yakni aktualisasi dan pelestarian nilai-nilai budaya yang melekat di dalamnya.
Karena itu, muncul kerinduan sekaligus kegelisahan di kalangan warga dan pimpinan KKSS agar organisasi kembali meneguhkan pilar-pilar filosofis yang bersumber dari empat etnis besar Bugis Makassar.
“Kerinduan ini juga berangkat dari keinginan untuk meminimalisir potensi friksi berkepanjangan dalam proses pemilihan pemimpin, dan Kita ingin proses yang bermartabat dan mengedepankan musyawarah mufakat,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, inisiatif pembentukan TPM juga didorong oleh generasi kedua dan ketiga KKSS yang memiliki kepedulian terhadap masa depan organisasi.
Meski demikian, langkah tersebut mendapat dukungan penuh dari jajaran pimpinan wilayah KKSS Kaltim.
Sebagai penutup, Rusmania Yakub menegaskan bahwa seluruh anggota TPM secara individu telah mendeklarasikan diri untuk berdiri di atas kepentingan konstitusi dan institusi KKSS.
Mereka berkomitmen menjaga netralitas, dan tidak terlibat dalam kepentingan kandidat mana pun, demi terwujudnya Muswil KKSS Kaltim 2026 yang sejuk, beretika, dan bermartabat.
Penulis: Andi Isnar













