![]()
Tujuh Daerah Sepakat, Andi Saharuddin Menuju Kursi Ketua HMP Kaltim.
SAMARINDA, literasikaltim – Pra Musyawarah Wilayah (Pramuswil) Himpunan Masyarakat Parepare Kalimantan Timur digelar di kediaman Sekretaris HMP Kaltim Muh Ichsan Haris di Jalan Katamso, Jumat (13/2/2026) malam.
Pertemuan ini menjadi forum konsolidasi penting, menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) yang dijadwalkan berlangsung hari ini.
Ketua panitia pelaksana, Zainal Abidin, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut sengaja digelar lebih awal, untuk menyatukan suara peserta dari kabupaten dan kota agar proses pemilihan ketua berjalan lancar, tanpa dinamika kompetisi terbuka.
Menurutnya, panitia telah berkomunikasi dengan calon ketua sebelum Muswil dilaksanakan.
Tujuannya agar forum resmi tidak diwarnai perdebatan panjang, atau muncul lebih dari satu kandidat.
Ia menyebut hasil Pramuswil telah memenuhi harapan panitia, karena mayoritas peserta sepakat mendorong mekanisme pemilihan secara aklamasi.
“Biasanya dalam organisasi ada komisi-komisi pembahasan. Itu sudah kita siapkan melalui tim perumus, sehingga besok fokusnya tinggal penetapan pimpinan baru,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelantikan pengurus tidak langsung dilakukan setelah Muswil.

Sesuai peraturan organisasi, setelah musyawarah, ketua terpilih diberi waktu maksimal 30 hari untuk menyusun struktur kepengurusan sebelum agenda pelantikan dilaksanakan.
Hasil pertemuan internal tersebut menunjukkan, tujuh daerah telah menyatakan sikap mendukung H. Andi Saharuddin sebagai Ketua.
Dari total sepuluh Kabupaten/Kota di Kaltim, tiga daerah belum memiliki kepengurusan aktif, yakni Berau, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu. Meski tidak hadir, dukungan dari daerah tersebut tetap disampaikan kepada panitia.
Forum Dialog dan Momentum Milad KKSS.
Selain Muswil, rangkaian kegiatan juga mencakup dialog khusus menyambut 50 tahun Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).
Dialog ini dirancang sebagai ruang diskusi terbuka yang melibatkan tokoh masyarakat, unsur pilar organisasi, serta para sesepuh.
Zainal menekankan bahwa dialog tersebut menjadi agenda pembuka sebelum Muswil, karena panitia ingin memperpanjang waktu diskusi dibandingkan proses pemilihan yang diperkirakan berlangsung singkat.
Registrasi peserta Muswil dijadwalkan mulai pukul 08.00 Wita dengan peserta berasal dari perwakilan pengurus Kabupaten/Kota yang telah terbentuk.
Ia menilai Pramuswil berhasil menjawab keraguan panitia terkait sikap daerah, karena seluruh peserta yang hadir telah menyatakan dukungan secara terbuka.
Tradisi Konsolidasi untuk Hindari Konflik.

Sementara itu, Ketua HMP Kaltim H. Andi Saharuddin menjelaskan bahwa Pramuswil merupakan bagian dari tradisi musyawarah internal yang bertujuan “menggodok” calon pemimpin sebelum forum resmi.
Ia menyebut proses ini merupakan bentuk kearifan budaya organisasi, untuk menyelesaikan perbedaan lebih awal agar Muswil berjalan kondusif.
Ia menuturkan mekanisme tersebut dilakukan agar tidak terjadi persaingan tajam antarfigur di forum resmi.
Jika terdapat lebih dari satu kandidat, pembahasan akan dilakukan hingga tercapai kesepakatan bersama sehingga Muswil dapat berlangsung efisien.
Menurutnya, forum Pramuswil juga menjadi ajang silaturahmi antara tokoh, pengurus, panitia, dan peserta daerah untuk menyamakan persepsi.
Hal itu penting agar tidak terjadi konflik terbuka, seperti yang pernah terjadi dalam dinamika organisasi lain.
Agenda Strategis Organisasi.
H. Andi Saharuddin mengaku bersyukur, atas dukungan yang diberikan kepadanya untuk kembali memimpin.
Ia menegaskan bahwa masih banyak program yang harus dijalankan, termasuk rencana pembentukan kepengurusan HMP tingkat pusat di Jakarta, sebagai langkah strategis memperkuat jaringan organisasi secara Nasional.
Menurutnya, pembentukan struktur pusat menjadi tanggung jawab moral pengurus wilayah agar organisasi memiliki legitimasi dan koordinasi lebih kuat di tingkat Nasional.
“Pramuswil ini paling krusial karena sebelum masuk Muswil kita sudah menentukan calon. Dengan begitu Muswil bisa lebih fokus pada program dan dialog,” ujarnya.
Konsolidasi Awal Dinilai Sukses.

Panitia menilai Pramuswil berjalan lancar dan berhasil mencapai tujuan utama, yakni menyatukan persepsi daerah serta memastikan proses Muswil berlangsung efektif.
Kesepakatan dukungan mayoritas daerah, dinilai telah memenuhi syarat untuk pemilihan secara aklamasi.
Dengan hasil tersebut, Muswil HMP Kaltim diproyeksikan berlangsung singkat dan kondusif, sementara ruang diskusi justru diperluas untuk membahas arah program organisasi ke depan, termasuk penguatan peran sosial kemasyarakatan dan konsolidasi jaringan antar wilayah.
Pramuswil ini sekaligus menjadi momentum awal konsolidasi besar organisasi masyarakat asal Parepare di Kalimantan Timur, dengan harapan dapat menjadi contoh praktik musyawarah yang mengedepankan kesepakatan bersama dan stabilitas internal organisasi.
Penulis: Andi Isnar













