![]()
Bambang Arwanto: Energi Terbarukan Desa Harus Berbasis Kemandirian dan Konsistensi.
KUKAR, literasikaltim.com – Di tengah kekhawatiran global terkait kelangkaan energi akibat eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah, pemanfaatan energi alternatif berbasis biogas mulai menunjukkan peran strategis di daerah.
Salah satu praktik nyata terlihat di Desa Beringin Agung, Kecamatan Samboja, yang kini mengandalkan biogas sebagai sumber energi mandiri bagi masyarakat.
Program biogas tersebut, dikelola oleh Kelompok Tani Agro Lestari dengan kapasitas instalasi mencapai 17 meter kubik.
Fasilitas ini mampu menampung hingga 20 gerobak kotoran sapi, yang kemudian diolah menjadi berbagai produk bernilai guna, mulai dari energi biogas, pupuk cair, hingga pupuk kandang.
Pemanfaatan biogas di Desa ini, telah menyentuh berbagai kebutuhan rumah tangga warga.
Energi yang dihasilkan digunakan sebagai bahan bakar kompor, penanak nasi, hingga penerangan lampu.
Bahkan, distribusi energi juga dilakukan kepada warga sekitar menggunakan kantong biogas, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.
Program ini, merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dalam mendorong transisi energi baru terbarukan yang ditargetkan berkembang pada 2025.
Inisiatif tersebut, tidak hanya berfokus pada penyediaan energi, tetapi juga pada penguatan kemandirian desa berbasis potensi lokal.
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, menegaskan pentingnya optimalisasi fasilitas yang telah diberikan kepada kelompok masyarakat.

Menurutnya, pengelolaan yang berkelanjutan menjadi kunci, agar program biogas tidak berhenti sebagai proyek jangka pendek, melainkan mampu memberikan dampak ekonomi dan lingkungan dalam jangka panjang.
“Pemanfaatan biogas ini harus terus dijaga keberlanjutannya, dan Kami berharap kelompok tani dapat mengelola dengan baik sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga untuk generasi berikutnya,” ujarnya, melalui keterangan tertulis ke media ini, Jum’at (10/4/2026) malam.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Agro Lestari, Zazuli, mengungkapkan bahwa program biogas telah memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.
Selain membantu memenuhi kebutuhan energi, pemanfaatan limbah peternakan juga meningkatkan nilai ekonomi bagi warga.
“Dengan adanya biogas ini, dan Kami tidak hanya mendapatkan energi alternatif, tetapi juga manfaat tambahan berupa pupuk yang bisa digunakan kembali untuk pertanian,” kata Zazuli.

Ia menambahkan, keberadaan program ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi Desa-desa lain, dalam mengembangkan energi mandiri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Harapan Kami, program seperti ini bisa terus dikembangkan dan direplikasi di daerah lain, karena manfaatnya sangat nyata bagi masyarakat desa,” pungkasnya.
Penulis: Andi Isnar













