Diskominfo Kutim

Bupati Tolak Opsi Jalan AMD, Pengurukan Puluhan Miliar Dinilai Tak Masuk Akal.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

SANGATTA, literasikaltim.com — Polemik penentuan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akhirnya mendapat penjelasan langsung dari Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

Dua lokasi yang sempat diajukan, yakni Jalan Simono dan Jalan AMD, kembali diperiksa dari sisi teknis serta efisiensi anggaran.

Pemerintah daerah ingin memastikan pembangunan sekolah tersebut berjalan tepat sasaran dan tidak membebani APBD dengan biaya yang tidak diperlukan.

Ardiansyah menjelaskan bahwa, secara awal kedua lokasi tersebut memenuhi syarat dari sisi luas lahan.

Namun setelah dilakukan perhitungan teknis, lahan di Jalan AMD membutuhkan biaya pengurukan yang dinilai terlalu besar.

“Tim teknis sudah menghitung, dan jika kita memaksakan lokasi di Jalan AMD, biaya pengurukan bisa mencapai sekitar Rp60 miliar, dan ini angka yang sangat besar hanya untuk menimbun tanah,” ujarnya, ke media ini di sela kegiatan pembukaan Festival Magic Land 2025 di Polder Ilham Maulana, Jumat (14/11/2025) lalu.

Menurut Ardiansyah, pembangunan sekolah harus memprioritaskan efisiensi agar anggaran publik digunakan secara bijak.

Ia menilai lebih tepat bila dana tersebut dialihkan langsung untuk pembangunan gedung, fasilitas belajar, hingga sarana pendukung lain bagi para siswa.

Karena itu, pilihan yang paling memungkinkan adalah menetapkan Jalan Simono sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.

Selain efisiensi anggaran, Bupati menekankan bahwa proses pembangunan harus mempertimbangkan waktu pelaksanaan.

Jika membutuhkan pengurukan dengan nilai puluhan miliar, maka proses pengerjaan pun akan memakan waktu lebih panjang dan berpotensi menghambat realisasi program nasional tersebut di Kutim.

“Kita ingin sekolah ini segera berdiri karena manfaatnya langsung dapat dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Ia pun meminta seluruh pihak memahami bahwa pemerintah harus mengambil keputusan berdasarkan urgensi dan efektivitas anggaran.

Menurutnya, Jalan Simono memiliki kondisi tanah yang lebih stabil, sehingga proses konstruksi dapat dilakukan lebih cepat tanpa memerlukan anggaran tambahan.

“Lebih baik anggaran itu langsung Kita gunakan untuk membangun ruang kelas, fasilitas pendidikan, dan sarana belajar anak-anak. Jadi saya pastikan pembangunan Sekolah Rakyat kita arahkan ke Jalan Simono,” tandasnya. (Adv-Diskominfo Kutim/AI)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0878-8345-4028

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *