Diskominfo Kutim

BKPSDM Kutim Perkuat Kualitas ASN Lewat Diklat Berbasis Kebutuhan Daerah.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

SANGATTA, literasikaltim.com — Upaya peningkatan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menjadi fokus BKPSDM tahun ini, dan sejumlah program pendidikan dan pelatihan (diklat) dirancang untuk menjawab kebutuhan pelayanan dasar, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, administrasi pemerintahan, serta pengelolaan keuangan daerah.

Pemetaan kebutuhan kompetensi dilakukan sejak awal tahun, melalui analisis jabatan dan beban kerja.

Hasilnya, BKPSDM mengidentifikasi lima kelompok pelatihan prioritas, yakni diklat kepemimpinan, pelatihan manajemen pelayanan publik, peningkatan keterampilan teknis, peningkatan literasi digital ASN, serta pelatihan pencegahan maladministrasi.

Menurut Kepala BKPSDM Kutim, Misliansyah, pelatihan berbasis kebutuhan daerah sangat diperlukan agar peningkatan kompetensi benar-benar menjawab persoalan riil di lapangan.

“Selama ini beberapa pelatihan tidak tepat sasaran karena tidak disesuaikan dengan kebutuhan jabatan, dan tahun ini Kami pastikan pelatihan disusun berdasarkan analisis data dan kebutuhan prioritas daerah,” ujar Misliansyah saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (22/11/2025).

Untuk mendukung mutu pelatihan, BKPSDM menggandeng Lembaga Administrasi Negara (LAN), Badan Pengembangan SDM berbagai provinsi, serta perguruan tinggi negeri sebagai mitra penyelenggara.

Dengan kolaborasi tersebut, peserta akan mendapatkan materi yang lebih terarah, terstruktur, dan relevan dengan tantangan pelayanan publik saat ini.

Selain pelatihan tatap muka, BKPSDM juga mulai memperluas penggunaan metode pembelajaran daring (e-learning) agar ASN dapat mengikuti pelatihan tanpa mengganggu tugas kedinasan.

Beberapa perangkat daerah menyambut baik rencana ini, terutama OPD yang membutuhkan penguatan kompetensi teknis seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial.

Misliansyah menegaskan bahwa peningkatan kompetensi tidak boleh berhenti pada sertifikat semata. Output harus terlihat pada peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.

“Kami ingin ada perubahan nyata pada kualitas kerja ASN. Pelatihan itu untuk memperbaiki pelayanan, bukan hanya sebagai syarat administrasi,” tambahnya.

“Kutim membutuhkan aparatur yang profesional dan adaptif. Karena itu, setiap diklat harus memberikan dampak langsung bagi pelayanan masyarakat. Ini komitmen Kami dalam membangun SDM yang lebih unggul,” tandasnya. (Adv-Diskominfo Kutim/AI)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0878-8345-4028

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *