![]()
Warga RT 37 Dorong Penanganan Drainase dan Fasilitas Lingkungan.
SAMARINDA, literasikaltim.com – Persoalan drainase dan fasilitas lingkungan kembali menjadi perhatian warga dalam kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2026 DPRD Kota Samarinda. Anggota DPRD Samarinda Daerah Pemilihan Samarinda Utara dan Sungai Pinang, Arie Wibowo, SE, SH, turun langsung menemui masyarakat di RT 37 Jalan Perjuangan I, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Minggu (10/2/2026).
Kegiatan reses yang digelar di kediaman salah satu warga tersebut, berlangsung dalam suasana dialogis.
Warga memanfaatkan momentum ini, untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait kondisi lingkungan yang selama ini dirasakan belum mendapatkan penanganan optimal, khususnya masalah drainase yang kerap memicu banjir saat hujan turun.
Perwakilan warga RT 37, Muhammad Nhazaruddin, menyampaikan bahwa kehadiran anggota DPRD di tengah masyarakat menjadi harapan tersendiri bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan pembangunan di lingkungan mereka.
Menurutnya, persoalan drainase telah lama menjadi keresahan utama warga karena berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari.
“Reses ini bagian dari upaya menyampaikan keresahan masyarakat. Di RT 37, ketika hujan lebat turun, tidak butuh waktu lama pasti terjadi banjir. Inilah yang terus kami rasakan hingga hari ini,” ungkapnya .
Ia juga menilai kegiatan reses memberi pemahaman baru, bagi masyarakat terkait mekanisme kerja DPRD.
Warga, kata dia, kini memahami bahwa setiap usulan pembangunan harus melalui proses dan tahapan, serta tidak bisa langsung direalisasikan secara instan.

Sementara itu, dalam sambutannya, Arie Wibowo mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah hadir dan menyampaikan aspirasi secara terbuka.
Ia menegaskan bahwa, reses merupakan sarana penting bagi anggota legislatif, untuk menyerap langsung kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya.
“Melalui reses ini, kami bisa mendengar langsung apa yang menjadi persoalan warga. Aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan perjuangkan sesuai dengan kewenangan dan mekanisme yang ada,” ujar Arie Wibowo yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Samarinda.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tuan rumah, dan seluruh warga yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, sehingga berjalan dengan tertib dan lancar.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab.
Dalam forum tersebut, warga secara bergantian menyampaikan keluhan terkait kondisi drainase lingkungan yang dinilai sudah tidak mampu menampung debit air saat hujan.
Selain itu, warga juga mengusulkan perhatian terhadap ketersediaan arena permainan anak-anak, sebagai bagian dari fasilitas pendukung lingkungan yang ramah anak.
Menanggapi hal tersebut, Arie Wibowo menjelaskan bahwa persoalan drainase memang menjadi keluhan dominan yang ia terima dalam pelaksanaan reses di sejumlah titik.
Ia menyebutkan, pada masa sidang ini dirinya melaksanakan reses di dua lokasi, yakni di wilayah Gunung Lingai dan Sungai Pinang Dalam, dengan permasalahan yang relatif serupa, yaitu banjir dan sistem drainase.
“Rata-rata aspirasi warga memang terkait drainase. Ini sejalan dengan fokus Pemerintah Kota Samarinda yang juga menaruh perhatian pada penanganan banjir. Mudah-mudahan aspirasi yang bersifat mendesak bisa segera kita akomodir,” jelasnya .
Lebih lanjut, Arie Wibowo menyampaikan komitmennya untuk membantu warga sesuai dengan kapasitas yang dimiliki.

Untuk kebutuhan yang berskala kecil dan memungkinkan, ia membuka ruang untuk bantuan secara pribadi.
Sementara untuk pembangunan yang membutuhkan anggaran besar, pihaknya akan memperjuangkan melalui jalur resmi di DPRD dan berkoordinasi dengan pemerintah kota.
Muhammad Nhazaruddin menambahkan bahwa warga menyambut positif komitmen tersebut. Ia menyebutkan, selain menyerap aspirasi, dalam reses itu juga muncul langkah awal berupa fasilitasi pembersihan drainase sebagai upaya sementara mengurangi potensi banjir di lingkungan RT 37.
“Masyarakat sangat mengapresiasi kegiatan reses hari ini. Setidaknya ada komitmen awal dan upaya konkret yang bisa dilakukan sambil menunggu proses pembangunan ke depan,” tuturnya .
Melalui kegiatan reses tersebut, warga berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat benar-benar diperjuangkan, sehingga permasalahan lingkungan, khususnya banjir akibat buruknya drainase, dapat segera ditangani dan kualitas hidup masyarakat Sungai Pinang Dalam semakin meningkat.
Penulis: Andi Isnar













