![]()
SAMARINDA, literasikaltim.com – Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, H. Andi Saharuddin SH.MH, menyambut positif kehadiran Organisasi Olahraga Domino (Orado) Pemprov Kalimantan Timur. (Kaltim)
Menurutnya, Orado dapat menjadi wadah strategis, dalam pembinaan atlet domino sekaligus membuka jalur prestasi, bagi masyarakat yang selama ini belum tersentuh pembinaan olahraga secara formal.
H. Andi Saharuddin yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Samarinda menilai, kehadiran Orado memberi harapan baru bagi para pecinta domino, agar aktivitas yang selama ini bersifat komunitas dapat diarahkan menjadi olahraga prestasi.
“Saya sangat antusias dan memberikan apresiasi, dan ini penting supaya masyarakat Kita yang selama ini bermain domino punya saluran yang jelas untuk menjadi atlet. Kalau tidak ada organisasi, kasihan, tiap hari latihan tapi tidak pernah menjadi atlet,” ujarnya, saat di wawancarai diruang kerjanya, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan, Orado memiliki peluang besar untuk membawa olahraga domino menuju pengakuan resmi sebagai cabang olahraga di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Hal ini sejalan dengan tujuan pembinaan olahraga dan pengembangan sumber daya manusia, yang juga menjadi bagian dari ruang lingkup kerja Komisi II DPRD Kota Samarinda.
“Kalau Orado bisa menuju KONI, ke depannya akan ada pembinaan yang terstruktur. Bisa dimulai dari kejuaraan daerah, kejuaraan provinsi, hingga kejuaraan nasional, dan atlet-atlet itu nanti akan diantar bertanding ke tingkat nasional,” jelasnya.
Menurutnya, kehadiran Orado juga dapat mengalihkan aktivitas domino yang selama ini hanya berlangsung di gardu-gardu, menjadi kegiatan yang lebih positif dan terarah.
“Daripada tiap malam main domino di gardu tanpa arah, lebih baik diarahkan ke pembinaan yang jelas. Ini jauh lebih baik untuk masyarakat,” katanya.
Terkait kesiapan sarana dan prasarana, H. Andi Saharuddin menyebut bahwa sistem dan alat permainan Orado, memiliki perbedaan dengan organisasi domino lainnya.
Namun ia memastikan distribusi alat peraga akan dikoordinasikan oleh pengurus pusat dan daerah.
“Soal alat peraga, kemungkinan akan didistribusikan dari Pusat atau dibuat oleh pengurus Provinsi, karena Orado punya sistem dan alat sendiri. Sistem permainannya juga sangat berbeda,” ucapnya.
Sebagai legislator yang membidangi perekonomian, UMKM, dan sektor terkait di Komisi II, H. Andi Saharuddin menilai Orado berpotensi memberikan dampak sosial dan ekonomi, terutama jika kegiatan dan kejuaraan domino dikemas secara profesional dan berkelanjutan.
Ia berharap Orado dapat bergerak cepat membangun program kerja nyata, terutama dalam pembinaan atlet domino di Kalimantan Timur.
“Mudah-mudahan Orado ini secepatnya bisa masuk KONI. Yang kedua, segera membentuk kegiatan pembinaan atlet domino, agar ke depan bisa membawa manfaat bagi masyarakat Kalimantan Timur,” pungkasnya.
Penulis: Andi Isnar













