![]()
SAMARINDA, literasikaltim.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet cilik asal Samarinda.
Di usia yang baru 5 tahun 9 bulan, Ratu Balqis Syahputri Yunus anak dari pasangan H. Muhammad Yunus dan Hj. Nikki Novida, SE sukses menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang Fun Swimming 2026 yang digelar pada Jumat, 16 Januari 2026.
Keikutsertaannya dalam kompetisi renang usia dini tersebut, berbuah manis dengan raihan medali di empat kategori lomba.
Siswi Nido Montessori Samarinda ini tampil percaya diri, dan konsisten sejak awal perlombaan.
Dari empat nomor yang diikuti, Ratu Balqis berhasil meraih medali perak (Juara II) pada gaya bebas fins dan gaya punggung, serta medali perunggu (Juara III) pada gaya papan fins dan gaya dada fins.
Capaian tersebut, menegaskan ketangguhan dan kematangan teknik renang yang dimiliki Balqis meski usianya masih sangat belia.
Prestasi yang diraih pada Fun Swimming 2026, melanjutkan catatan gemilang Balqis pada tahun sebelumnya.

Dalam ajang Fun Swimming 2025, ia juga tampil mengesankan dengan menyabet dua medali emas pada nomor gaya papan fins dan gaya dada fins, sekaligus keluar sebagai Juara I di kedua kategori tersebut.
Konsistensi ini, menunjukkan proses pembinaan yang berkelanjutan serta kecintaan Balqis terhadap dunia renang.
Minat Balqis pada olahraga air telah tumbuh, sejak usia dini.
H. Muhammad Yunus menuturkan, Balqis mulai mengikuti kelas renang sejak belum genap berusia empat tahun.
Selain untuk mengembangkan bakat, renang dipandang sebagai keterampilan dasar yang penting bagi keselamatan diri, sekaligus bekal jangka panjang bagi tumbuh kembang anak.
“Sejak awal Kami ingin anak memiliki kemampuan dasar untuk menjaga dirinya sendiri saat berada di air. Seiring waktu, renang menjadi hobi yang ia sukai dan tekuni,” ungkap H. Muhammad Yunus.
Kemampuan menguasai beberapa gaya renang, membuat Balqis semakin percaya diri.
Ia dinilai mampu mengontrol diri saat berada di kolam dengan kedalaman tertentu, sehingga memberikan rasa aman dan ketenangan bagi keluarga.
Bagi orang tuanya, pencapaian tersebut jauh lebih penting daripada sekadar medali.

Dukungan keluarga besar, menjadi salah satu kunci keberhasilan Balqis.
Selama masa latihan hingga perlombaan, ia selalu didampingi orang tua serta keluarga, termasuk kakek dan neneknya.
Lingkungan keluarga yang suportif dinilai berperan besar dalam membangun semangat berlatih, keberanian berkompetisi, serta kegembiraan Balqis saat mengikuti lomba.
“Kami selalu menanamkan bahwa menang dan kalah adalah hal biasa. Yang utama anak merasa senang, berani mencoba, dan bertumbuh di lingkungan yang positif,” ujar H. Muhammad Yunus.
Keikutsertaan Balqis dalam berbagai kompetisi juga dilandasi motivasi, untuk membekali anak dengan keterampilan hidup yang bermanfaat.
Orang tua berharap kemampuan renang yang dimiliki Balqis, dapat menjadi bekal keselamatan diri, baik saat berenang bersama keluarga, teman, maupun ketika berada di alam terbuka seperti sungai atau laut.
Ke depan, orang tua Balqis berharap prestasi yang diraih dapat sejalan dengan pembentukan karakter dan nilai kehidupan.
Mereka menekankan pentingnya keseimbangan antara pencapaian, kebahagiaan anak, dan pendidikan moral serta agama.
“Harapan Kami sederhana, anak tumbuh menjadi pribadi yang sholehah, bahagia, dan kelak bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri serta orang lain. Selama itu positif, kami akan selalu mendukung penuh,” tutupnya.
Dengan semangat, dukungan keluarga, dan pembinaan sejak dini, Ratu Balqis Syahputri Yunus menjadi contoh bahwa prestasi dapat diraih sejak usia sangat muda.
Tak hanya mengoleksi medali, ia juga menanamkan keberanian, kemandirian, dan kecintaan pada olahraga sebagai bekal masa depan.
Penulis: Rizky A.P
Editor: Masronaliansyah S.pd













