Diskominfo Kutim

Saksikan Malam Ini, DJ Pehol Tutup Rangkaian HUT ke-16 SMK Medika Samarinda.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

SAMARINDA, literasikaltim.com – Di halaman parkir Samarinda Square, musik tak sekadar menjadi hiburan.

Ia berubah menjadi penanda perjalanan sebuah sekolah yang telah menapaki usia ke-16. SMK Medika Samarinda merayakan hari jadinya dengan cara yang berbeda yakni membuka panggung bagi masyarakat, memberi ruang bagi kreativitas, dan menghadirkan pengalaman langsung tentang dunia industri kreatif bagi para siswanya.

Perayaan HUT ke-16 SMK Medika Samarinda dirangkai dalam sejumlah kegiatan hiburan dan edukasi yang digelar selama tiga malam berturut-turut. Pada Selasa (13/1/2026) malam, panggung dibuka dengan kehadiran vokalis band Goliath, Ari Goliath, artis ibu kota yang tampil di hadapan ribuan pelajar dan warga Kota Samarinda.

Di sela penampilannya, Ari menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan SMK Medika Samarinda. Ia menilai, langkah sekolah menghadirkan musisi nasional menjadi bentuk keberanian membuka cakrawala baru bagi generasi muda daerah.

“Semoga kehadiran saya bisa memberi inspirasi bagi adik-adik di SMK Medika, agar berani berkarya dan berkembang di dunia musik,” ujarnya.

Bagi Ari, musik hari ini telah menjelma menjadi industri besar yang tak terpisahkan dari teknologi. Namun, ia mengingatkan bahwa kemajuan digital dan kecerdasan buatan tidak boleh menggerus nilai dasar kreativitas manusia.

Foto: Ari Goliath saat jumpa fans dengan para siswa dan siswi SMK Medika Samarinda, Selasa (13/1/2026) siang.

“Teknologi itu tidak bisa dihindari, tapi karya harus tetap lahir dari manusia. AI seharusnya menjadi pendukung, bukan pengganti kreativitas,” pesannya kepada para siswa.

Rangkaian perayaan berlanjut pada Rabu (14/1/2026) malam dengan penampilan finalis Dangdut Akademi 7 Indosiar, Nia Karunia dan Aina. Musik dangdut yang membumi menghadirkan suasana akrab, menghapus sekat antara panggung dan penonton, antara sekolah dan masyarakat.

Malam penutup digelar pada Kamis (15/1/2026) dengan kehadiran DJ Pehol, yang membawa warna musik elektronik dan menjadi simbol perjumpaan generasi muda dengan ragam ekspresi musik kontemporer.

Kepala SMK Medika Samarinda, Musmuliadi, menuturkan bahwa perayaan ini tidak sekadar menjadi pesta ulang tahun sekolah, tetapi juga ruang belajar di luar kelas.

Sekolah, menurutnya, harus mampu membaca perubahan zaman dan membuka jalan bagi potensi siswa di berbagai bidang.

“Selama ini kami dikenal kuat di bidang olahraga dan kompetisi akademik. Musik adalah ruang yang sedang kami siapkan agar anak-anak bisa berkembang lebih luas,” ujarnya.

Langkah tersebut bukan tanpa dasar, dan SMK Medika Samarinda telah menyiapkan studio band serta pelatih berbagai instrumen, mulai dari biola, gitar, drum, hingga vokal.

Bahkan, ke depan sekolah ini berencana membuka kelas khusus musik, sebagai embrio lahirnya jurusan seni musik.

Di usia ke-16, SMK Medika Samarinda telah mencatatkan berbagai prestasi nasional, terutama di bidang olahraga.

Namun perayaan ini menandai babak baru yakni, upaya menjadikan sekolah sebagai ruang tumbuh kreativitas dan industri masa depan.

Di bawah lampu panggung Samarinda Square, musik menjadi bahasa bersama. Ia menyatukan pelajar, guru, dan masyarakat.

Dan di sanalah SMK Medika Samarinda merayakan ulang tahunnya, bukan hanya dengan sorak dan lagu, tetapi dengan harapan tentang masa depan generasi Kalimantan Timur.

Penulis: IRA
Editor: Masronaliansyah S.Pd

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0878-8345-4028

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *