![]()
KUTIM, literasikaltim.com – Pemerintah Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terus mendorong pemerataan layanan dasar bagi masyarakat, khususnya listrik dan air bersih. Dua kebutuhan mendasar ini disebut masih belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah kecamatan, meskipun sebagian besar kampung telah menikmati akses layanan tersebut.
Camat Karangan, Madnuh, menjelaskan bahwa pemenuhan akses listrik di wilayahnya belum mencapai 100 persen. Beberapa RT masih menunggu sambungan listrik karena lokasi mereka berada cukup jauh dari pusat kampung.
“Secara umum, hampir seluruh kampung di Kecamatan Karangan sudah teraliri listrik, namun belum 100 persen. Ada beberapa RT yang belum mendapat sambungan,” kata Madnuh.
Beberapa wilayah yang belum tersambung listrik di antaranya RT Kilo 26 dan RT 9 di Desa Pengadang, serta RT di Kilo 12 Desa Karangan. Namun, penyelesaian jaringan listrik tersebut kini telah masuk tahap pengerjaan oleh pihak terkait.
“Sekarang sedang dalam proses pengerjaan dan diharapkan listrik akan segera mengalir,” tambahnya.
Selama menunggu penyelesaian jaringan, sejumlah warga di daerah yang belum teraliri listrik menggunakan genset diesel sebagai solusi sementara agar tetap bisa beraktivitas pada malam hari.
Selain listrik, layanan air bersih juga menjadi perhatian serius pemerintah kecamatan. Madnuh menyebutkan, lebih dari 50 persen wilayah Karangan telah mendapatkan akses air bersih dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam), namun masih ada beberapa lokasi yang belum terjangkau instalasi.
Wilayah Batu Lepoq, yang terbagi menjadi Batu Lepoq bawah dan Batu Lepoq atas, menjadi salah satu daerah yang masih menghadapi kendala pasokan air.
Jarak yang cukup jauh dari instalasi utama, yakni sekitar 10 hingga 13 kilometer, menjadi hambatan utama bagi perluasan jaringan.
“Sebagian sudah menikmati, sudah lebih dari 50 persen. Karena jaraknya memang berjauhan, sebagian wilayah masih belum terjangkau,” jelas Madnuh.
Selain Batu Lepoq, Desa Mukti Lestari juga masuk dalam daftar wilayah yang belum mendapatkan layanan air bersih dari Perumdam. Padahal, menurutnya, sumber air di kawasan tersebut sebenarnya cukup potensial.
“Sumber airnya berasal dari Goa, yang mengalir menuju sungai. Airnya sangat bagus dan jernih,” tambahnya.
Madnuh menegaskan bahwa pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk mempercepat pembangunan instalasi lanjutan, baik listrik maupun air bersih.
Tujuannya, agar seluruh masyarakat di Karangan dapat merasakan layanan dasar yang merata tanpa kesenjangan antarwilayah.
“Kami berkomitmen meningkatkan pelayanan dasar ini sedikit demi sedikit. Semoga seluruh warga Karangan segera mendapat manfaatnya secara penuh,” tandasnya. (Adv-Diskominfo Kutim/AI)













