Diskominfo Kutim

Gunakan FO, Wireless, hingga Starlink, Diskominfo Kutim Maksimalkan Jaringan Pendidikan ke Pelosok.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

SANGATTA, literasikaltim.com – Pemerataan layanan internet pendidikan di Kutai Timur (Kutim) terus dipacu oleh Diskominfo Staper melalui integrasi jaringan ke seluruh sekolah negeri. Kepala Bidang Infrastruktur TIK, Sulisman, mengungkapkan bahwa program perluasan konektivitas ini telah menjangkau hampir seluruh wilayah, termasuk desa-desa terpencil yang selama ini terkendala geografis. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam wawancara di ruang kerjanya, Senin (24/11/2025) pagi tadi.

Ia menjelaskan bahwa meski banyak sekolah berlokasi jauh dari pusat Kota, pihaknya berkomitmen memberikan layanan yang adil dan merata.

Sulisman menegaskan bahwa, sekolah di daerah pinggiran justru sangat membutuhkan akses internet agar tidak tertinggal dari perkembangan teknologi pendidikan.

“Anak-anak dan guru yang berada jauh dari kota juga berhak mendapat akses yang sama. Justru mereka yang paling membutuhkan karena internet di sana sangat langka,” ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa, seluruh sekolah negeri telah masuk dalam program SIKAT dan fasilitas seperti TPISmart hingga sekolah rujukan berbasis Google.

Untuk menunjang konektivitas, Diskominfo Staper menggunakan berbagai skema jaringan. Fiber optik diterapkan di wilayah yang memungkinkan, sementara Desa dan sekolah dengan keterbatasan infrastruktur dilayani menggunakan jaringan wireless atau Starlink.

“Starlink ini langsung tersambung satelit, jadi tidak perlu menunggu jaringan darat, dan kendalanya hanya pada listrik. Kalau masih memakai solar cell yang aktifnya hanya beberapa jam, akses internet juga ikut terbatas,” jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa, program jaringan Desa sebenarnya telah dibangun lebih dulu sejak 2022 dan sebagian besar menggunakan teknologi wireless, karena dianggap lebih efisien secara kebutuhan dan biaya operasional.

Sementara itu, sekolah swasta masih belum masuk dalam layanan.

“Kami masih menunggu kebijakan dari Dinas Pendidikan dan pimpinan daerah. Kalau diarahkan untuk melayani swasta, tentu akan kita kerjakan juga,” tuturnya.

Sulisman memastikan bahwa Diskominfo akan terus memperkuat infrastruktur digital agar pemerataan layanan pendidikan di Kutim semakin optimal.

“Intinya, seluruh sekolah harus merasakan manfaat teknologi tanpa terkecuali,” tandasnya. (Adv-Diskominfo Kutim/AI)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0878-8345-4028

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *