![]()
SAMARINDA, literasikaltim.com — Musyawarah Daerah (Musda) ke-7 Himpunan Warga Buton Samarinda (HWBS) akhirnya tuntas digelar setelah dua bulan tertunda.
Forum lanjutan yang berlangsung di Lapangan Matanasurumba, Jumat (21/11/2025), menetapkan Syarifudin Tangalindo sebagai Ketua Umum melalui keputusan aklamasi, menandai berakhirnya dinamika internal yang sebelumnya sempat memanas.
Musda yang digelar pertama kali pada 21 September di Hotel Royal Park gagal, mengambil keputusan setelah ketegangan mencuat pada Pleno IV.
Dua kandidat saat itu, Saprudin Saida Panda dan Syarifudin Tangalindo, terlibat perdebatan yang membuat jalannya sidang tidak kondusif, hingga pimpinan forum menyatakan skors tanpa batas waktu.
Pada Musda lanjutan, situasi jauh berbeda, dan para tokoh dan peserta memilih mengedepankan rekonsiliasi, demi menjaga marwah paguyuban.
Suasana teduh, membuat proses musyawarah berjalan singkat dan produktif.
Saprudin, yang sebelumnya menjadi kandidat kuat, hadir dan menyatakan kesediaannya memberi ruang bagi generasi penerus, untuk memimpin HWBS, dan sikap itu membuka jalan bagi forum mencapai mufakat.
Melalui konsensus bulat, peserta kemudian menetapkan Syarifudin Tangalindo sebagai Ketua Umum HWBS menggantikan La Bia, yang sebelumnya melanjutkan estafet kepemimpinan pascawafatnya Dr. La Sina.
Syarifudin yang saat Musda berlangsung berada di luar Kota mengikuti kegiatan keluarga, menyampaikan sambutan melalui sambungan video.
Ia menegaskan komitmennya, untuk memulihkan soliditas HWBS setelah dinamika internal yang cukup panjang.
“Setelah ini, Saya akan segera membangun komunikasi dengan seluruh komponen masyarakat Buton di Samarinda,” ucapnya melalui pesan WhatsApp ke media ini, Sabtu (22/11/2025).
“Dan, Saya mohon doa dan dukungannya. Insyaallah Senin Saya kembali ke Samarinda, untuk bertemu para tokoh dan mendengarkan masukan demi kelancaran penyusunan struktur organisasi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa, kepengurusan baru nantinya akan dibangun dengan semangat rekonsiliasi dan persatuan.
“HWBS harus kembali menjadi rumah besar yang menyatukan warga Buton di Samarinda. Itu komitmen saya,” tutupnya.
Musda ke-7 kemudian resmi ditutup dengan harapan, agar HWBS kembali solid dan mampu menjalankan peran sosial-kulturalnya, bagi warga Buton di perantauan.
REDAKSI.













